Mau hidup berapa lama?

“Masa hidup kami tujuh puluh tahun dan jika kami kuat, delapan puluh tahun, dan kebanggaannya adalah kesukaran dan penderitaan; sebab berlalunya buru-buru, dan kami melayang lenyap.” Mazmur 90: 10

Baik tua maupun muda, dalam hidup di dunia ini, semua orang tentu pernah memikirkan beberapa hal ini:

  • Berapa lama aku mau hidup?
  • Berapa lama aku akan hidup?
  • Untuk apa aku hidup?
  • Apakah aku puas dengan hidupku?
  • Bagaimana akhir hidupku?
  • Apa yang terjadi seusai hidupku di dunia ini?

Bagi sebagian orang, sebagian pertanyaan ini mungkin sudah terjawab. Sebagian tetap merupakan tanda tanya, dan sebagian lain mungkin belum/tidak mau dipikirkan.

Membaca Mazmur diatas, agaknya mengherankan juga bahwa walaupun ada banyak perubahan cara hidup, kita yang hidup di jaman modern ini masih juga mempunyai umur maksimum sekitar 70-80 tahunan, walaupun ada juga yang bisa mencapai umur lebih dari 100 tahun seperti yang ditulis dalam kitab Kejadian 6: 3:

Berfirmanlah TUHAN: “Roh-Ku tidak akan selama-lamanya tinggal di dalam manusia, karena manusia itu adalah daging, tetapi umurnya akan seratus dua puluh tahun saja.”

Punya umur panjang memang adalah impian manusia. Menarik sekali bahwa menurut buku rekor dunia Guinness, manusia modern yang tertua di dunia adalah Jeanne Louise Calment yang umurnya 122 tahun dan 164 hari yang meninggal tanggal 4 Augustus 1997 di Arles, Prancis.

Di jaman ini, banyak manusia  yang berusaha untuk memperpanjang umurnya dengan berbagai cara. Dari olahraga, diet, obat/obatan, operasi medis dll. sampai yoga, semedhi dan ritual agama. Tetapi tidak ada seorangpun yang tahu kapan saat untuk pergi. Usaha memperpanjang umur sering juga berlanjut dengan pergulatan mencari arti hidup kalaupun diberi umur panjang.

Dalam hidup, terutama untuk kita yang sudah dewasa, memang sering kita mencari arti hidup itu. Terutama bagi kita yang merasa bahwa hidup yang ada belumlah membawa apa yang kita harapkan, kekosongan hati menimbulkan pertanyaan apa lagi yang dapat dilakukan dalam sisa hidup ini. Walaupun demikian, mereka yang kelihatannya sukses dalam hidupnya seringkali juga masih mempertanyakan kalau-kalau makna hidup ini seharusnya lebih dari apa yang ada. Karena itu, kurun waktu 80 tahun atau 120 tahun itu bisa terasa sangat panjang.  Banyak orang yang tidak mau hidup selama itu, bahkan berusaha memperpendek umurnya, karena kehampaan,  kesukaran dan penderitaan yang ada. 

Dengan bertambahnya umur, manusia umumnya akan menyadari bahwa hidup ini ternyata tidak sepanjang yang diharapkan pada awalnya. Apalagi, jika ada teman atau sanak yang diluar dugaan mendahului kita.  Bayangan tentang hidup di hari tua mungkin mulai terasa, mungkin sejak melihat orang tua kita yang mulai menua atau mungkin juga setelah kita sendiri merasa bahwa kita tidak muda lagi. Hidup di dunia ini memang bisa terasa pendek bila kita sadar bahwa itu dapat berakhir dengan buru-buru, tiba-tiba, diluar kontrol manusia.

Hari ini kita diingatkan bahwa sebagai orang percaya kita harus yakin bahwa hidup kita bukannya milik kita lagi.  Kita yang hidup saat ini, dengan iman juga kita meyakini bahwa hidup kita tidak akan berakhir dengan apa yang kita capai di dunia ini. Hidup kita memang pendek di dunia ini, tetapi kekekalan dan kebahagiaan surgawi sudah dapat kita mulai rasakan dan yakini sejak sekarang juga. Mau hidup berapa lama bukanlah pertanyaan untuk orang percaya karena mereka sudah hidup dengan Tuhan sekarang dan selama-lamanya!

“Namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku.” Galatia 2: 20

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s