Mungkinkah Tuhan gaptek?

“Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN.” Yesaya 55: 8

Gaptek itu apa artinya sih? Begitu pertanyaan yang pernah muncul dalam benak saya beberapa tahun yang lalu. Sesudah tahu artinya, yaitu Gagap Teknologi, saya masih juga dihujani beberapa istilah baru yang berkaitan dengan Gaptek, misalya Butek (Buta Teknologi), Meletek (Melek Teknologi) dan Cantik (Canggih Teknologi Informasi Komputer). Aduh….memang luar biasa bahasa gaul Indonesia ini. Tidak hanya teknologi yang berkembang di Indonesia, tetapi masyarakat bisa mengantisipasi kemajuan teknologi dengan membedakan kemampuan mereka dalam pemakaiannya.

Kemajuan teknologi di dunia ini memang sangat pesat dan jika kita pikirkan dalam-dalam, nampaknya sangat menakutkan. Orang bilang bahwa sekarang ini kita hidup di era Revolusi Industri keempat. Diluar kemajuan yang membawa peningkatan kenikmatan hidup manusia, ada bayang-bayang gelap yang seakan membawa kemungkinan terjadinya malapetaka. Kelihatannya, manusia sudah hampir menyerupai tuhan-tuhan kecil yang bisa menciptakan kehidupan dalam laboratorium, menambah usia manusia menurut pesanan ataupun memusnahkan seisi bumi dengan menekan tombol sebesar kancing. Juga manusia bisa belajar dari komputer untuk mengerjakan apapun, tanpa bimbingan guru atau orang-tua. Kemajuan teknologi juga diiringi dengan perkembangan teologi Kristen yang sekarang muncul dalam bentuk berbagai teologi progresip yang menerima adanya berbagai jalan keselamatan dan mendukung perkawinan sejenis.

Dengan kemajuan teknologi dan perubahan suasana sosial dan teologi, mau tidak mau kita akan berpikir bagaimana dunia ini akan berubah pada tahun-tahun mendatang. Dampak negatip sudah terjadi di negara-negara maju, yang dulunya negara Kristen tetapi sekarang sudah berubah menjadi negara bebas agama. Dengan perubahan sosial dan hukum, setiap orang bebas melakukan apa saja asal tidak merugikan orang lain. Bahkan dengan kebebasan itu, nama Tuhan dan Yesus bisa dijadikan bahan lelucon sekalipun kebebasan serupa tidak berlaku untuk agama-agama lain.

Kemajuan manusia jaman ini sangat mirip dengan apa yang terjadi dengan pembangunan menara Babel. Dalam Kejadian 11 tercatat bagaimana manusia berkata satu dengan yang lain: “Marilah kita dirikan bagi kita sebuah kota dengan sebuah menara yang puncaknya sampai ke langit, dan marilah kita cari nama, supaya kita jangan terserak ke seluruh bumi.” 

Kita hidup pada jaman dimana umat manusia “disatukan” dalam bahasa teknologi dan keinginan untuk hidup menurut selera pilihan manusia saja. Manusia berlomba untuk menggunakan teknologi yang serupa untuk membuat mereka merasa lebih yakin dan bangga akan kemampuan mereka. Manusia mulai mendewakan teknologi dalam segala segi kehidupan. Manusia tidak lagi bergantung kepada Tuhan seperti dulu karena mereka yakin dapat memilih cara hidup yang disukai. Manusia dengan teknologi, merasa yakin dapat mencapai langit.

Kehidupan keluargapun terpengaruh oleh kemajuan teknologi. Komunikasi langsung antara anggota keluarga, diganti komunikasi melalui komputer dan HP. Fungsi orang tua dan guru menurun karena internet dan berbagai program komputer bisa mengajarkan apapun yang ingin diketahui anak-anak.  Rasa hormat kepada orang tua menjadi berkurang karena anak-anak memandang mereka ketinggalan jaman dan gaptek. Tuhan yang dikenal oleh orang tua mereka sekarang cenderung menjadi tokoh dongeng anak-anak. Kepercayaan kepada Tuhan pelan-pelan menghilang…..karena agaknya Tuhan tidak dapat mengikuti kemajuan teknologi dan sosial di dunia …alias gaptek.

Dengan kemajuan teknologi sekarang ini, keluarga adalah tempat pertahanan terakhir umat Kristen. Diluar keluarga, kehidupan masyarakat diatur oleh teknologi dan hukum manusia. Jika keluarga kita tidak lagi dapat mempertahankan iman dan nilai-nilai Kristen, Tuhan akan diganti dengan kepercayaan kepada manusia dan teknologi dalam waktu yang tidak terlalu lama.

“Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu.” Kisah 16: 31

Pagi ini, jika anda merenungkan kemana dunia ini akan membawa kita dan anak cucu kita, mungkin anda menjadi masygul. Mungkin juga timbul rasa takut akan apa yang akan terjadi dengan anak-cucu kita di masa depan. Tetapi ayat-ayat bacaan kita diatas jelas menyatakan bahwa Tuhan yang mahabesar mempunyai rencana-rencana yang tidak bisa dimengerti manusia. Manusia dengan segala kepandaian dan rencananya tidak mungkin mengalahkan Tuhan kita. Apa yang perlu kita teruskan hanyalah tetap percaya kepadaNya dan bersama seluruh anggota keluarga kita menghadapi masa depan dengan iman yang teguh.

“Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.”  1 Petrus 5: 7

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s