Tumbuh dan berbuah

“Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.” Galatia 5: 22-23

Satu hal yang saya sukai dengan berlibur akhir tahun ke Indonesia adalah kesempatan untuk menikmati berbagai buah-buahan tropis. Begitu banyak macamnya dan enak rasanya. Mangga, salak, sawo, duku dll., yang jarang atau tidak dapat ditemui di luar negeri.

Kitab Galatia 5: 22-23 menyebut adanya buah Roh yang terdiri dari 9 jenis. Namun heran bahwa kesembilan buah itu dirangkum dalam satu kata buah dan bukannya buah-buah. Ini menunjukkan bahwa kesembilan buah itu adalah satu kesatuan yang tidak terpisahkan dalam hidup setiap orang percaya.

Kepada setiap orang yang mengikut Yesus diberikanNya Roh Kudus. Itu memang sudah dijanjikan oleh Yesus ketika Ia akan meninggalkan murid-muridNya. Roh Kudus adalah Tuhan yang tinggal dalam diri kita. Tubuh kita adalah bait Roh Kudus.

“Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri?” 1 Korintus 6: 19

Dalam hidup mereka yang setia kepada Tuhan, Roh Kudus bekerja mengubah hidup mereka hari demi hari, sehingga mereka makin lama makin berbuah dalam berbagai hal yang baik: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, dan penguasaan diri. 

Banyak orang yang berpikir bahwa sifat-sifat baik diatas adalah lumrah, dan dapat dicapai dengan usaha manusia sendiri. Tetapi, sebisa-bisanya manusia berusaha untuk hidup baik, mereka cenderung untuk  jatuh dalam hal yang jahat. Paulus mengatakan dalam Roma 7: 18-19  bahwa di dalam manusia Kristenpun, pada hakikatnya, tidak ada sesuatu yang baik. Sebab bukan apa yang kita  kehendaki, yaitu yang baik, yang kita perbuat, melainkan apa yang tidak kita kehendaki, yaitu yang jahat, yang sering kita perbuat.

Tuhan mengetahui kelemahan kita dan karena itu memberikan RohNya untuk menguatkan dan membimbing kita dalam hidup ini. Dengan bimbingan Roh Kudus hidup kita akan diubah secara bertahap hingga makin lama makin menyerupai Yesus. 

“…Dan karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan yang adalah Roh, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar.” 2 Korintus 3: 18

Bagi orang Kristen, Yesus adalah standar manusia baik dan hidup baik. Mereka yang tidak mengenal Yesus, tidak mempunyai standar yang benar. Mereka yang belum menerima Kristus tidak mempunyai pedoman Firman dan bimbingan Roh Kudus untuk mengalami proses pengudusan atau sanctification, yang mengubah hidup untuk bisa menuju ke arah yang benar.

Tuhan Yesus tidak pernah meninggalkan domba-dombaNya. Begitu juga Roh Kudus tidak akan meninggalkan mereka yang sudah menyerahkan dirinya kepada Yesus. Namun, jika kita tidak hidup sesuai dengan perintah Tuhan, kita bisa mendukakan Roh Kudus sehingga pertumbuhan rohani kita menjadi terhambat. Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian,  fitnah dan kejahatan dll. dapat menyebabkan Roh untuk berdiam diri dan berhenti membaharui hidup kita.

“Dan janganlah kamu mendukakan Roh Kudus Allah, yang telah memeteraikan kamu menjelang hari penyelamatan.” Efesus 4: 30

Pagi ini marilah kita nengevaluasi hidup kita. Sudahkan buah Roh itu nampak tumbuh subur dalam hidup kita? Adakah perubahan yang terjadi dalam hidup kita sejak kita percaya? Adakah perubahan ke arah yang lebih baik yang terus menerus terjadi dalam hidup kita? Ataukah pertumbuhan itu sudah berhenti dan buah Roh itu tidak terlihat lagi?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s