Nrimo ing pandum

“Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu dalam hal saling membantu.” Efesus 4: 2

Anda ingin merasa berbahagia dalam hidup? Agaknya ada beberapa resepnya. Diantaranya: 

  • Kebahagiaan timbul dari kesuksesan melalui perjuangan. 
  • Kebahagiaan  bisa timbul dari rasa puas dan cukup. 
  • Rasa bahagia bisa dirasakan karena keadaan keluarga yang baik.
  • Kebahagiaan  muncul jika kita merasa bisa menolong orang lain, dll.

Sekalipun kita pada suatu saat bisa memperoleh kebahagiaan melalui hal-hal di atas, adalah kenyataan bahwa kebahagiaan sedemikian seringkali tidak langgeng.

Dalam hal ini, sungguh menarik bahwa dalam budaya Jawa, ada resep untuk hidup bahagia yang dikenal dengan istilah  “Nrimo ing Pandum” memiliki arti “menerima dengan pemberian” yang dalam kajian yang lebih luas bisa juga berarti ikhlas atas apa yang kita terima dalam kehidupan atau “legowo” dalam menghadapi setiap lika-liku dalam hidup. Pengaplikasian “nrimo ing pandum” dalam kehidupan sosial bisa berarti bermurah hati dengan sesama.

Memang setiap orang memang dalam hidup ini sering mengalami pengalaman yang kurang menyenangkan, perlakuan orang lain yang kurang baik atau rasa kurang puas dengan apa yang dialami dalam hidup. Rasa pahit yang timbul karena hal-hal ini seringkali meracuni rasa kebahagiaan dalam hidup seseorang dan juga bisa membuat orang itu kurang bisa memahami penderitaan orang lain. Karena itu, orang yang demikian seringkali kurang bisa untuk mengasihi dan membantu orang lain.

Dalam Galatia 5: 22-23 dikatakan bahwa buah Roh ialah kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Kelemahlembutan disini adalah seperti “nrimo ing pandum” diatas.  Dalam menerima keputusan Tuhan atas hidup kita, kita menghadapinya dengan sabar sekalipun itu merupakan hal yang sulit diterima. Ini lebih mudah dikatakan daripada dijalankan karena untuk menerima keputusan Tuhan, kita harus mengenal Tuhan dan sifatNya, agar kita bisa percaya akan maksud baikNya. 

Manusia hanya dapat mengenal Tuhan karena Tuhan sendiri yang membuka hati dan pikiran mereka. Karena itu, untuk bisa menerima keputusan Tuhan dalam hidup ini, kita memerlukan bimbingan Roh Kudus. Roh Kudus inilah yang bisa memberi kelemahlembutan, yang kita perlukan untuk bisa mendengarkan suara Tuhan tentang apa arti hidup ini, mengapa sesuatu harus terjadi, dan apa yang masih dan harus bisa dilakukan untuk diri kita sendiri dan orang lain.

Pagi ini kita harus sadar bahwa Tuhan kita adalah Mahakasih. Tuhan mempunyai rencana khusus untuk setiap umatNya. Sebagai orang beriman, sikap rendah hati dan lemah lembut akan menguatkan iman kita kepada Tuhan kita yang tidak pernah meninggalkan kita. Dengan kerendahhatian, kita siap menerima bimbingan Tuhan untuk melangkah ke masa depan. Dengan keyakinan akan kasihNya kita akan dapat merasakan kebahagiaan karena kita akan dapat membawa apa yang baik kepada orang lain di sekeliling kita. 

“Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi.” Matius 5: 5

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s