Ada SIM belum tentu bisa nyetir

“Karena kita tahu, bahwa manusia lama kita telah turut disalibkan, supaya tubuh dosa kita hilang kuasanya, agar jangan kita menghambakan diri lagi kepada dosa.” Roma 6: 6


Di Australia, hal mengemudikan mobil buat sebagian orang adalah soal kecil. Sesudah belajar mengemudi beberapa kali, kemampuan untuk menguasai mobil sudah bisa dicapai dengan baik. Tetapi, sebagian besar harus belajar mengemudi cukup lama sebelum bisa ujian SIM (driver’s licence). Selain itu, walau kebanyakan orang mendapat SIM dengan ujian sekali saja, ada orang yang harus ujian SIM lebih dari 5 kali sebelum lulus, dan bahkan ada yang harus pindah dari ujian SIM bebas ke SIM mobil automatic.

Ujian SIM memang perlu. Paling tidak, adanya SIM menunjukkan bahwa pemiliknya sudah bisa mengontrol mobilnya dalam keadaan normal. Tetapi, punya SIM tidak berarti bahwa pengemudinya bisa ikut rally mobil atau balapan mobil. Malahan, ke luar kota atau ke pegunungan saja belum tentu bisa atau berani. Untuk bisa menjadi pengemudi yang berpengalaman  orang mungkin membutuhkan pengalaman 2-3 tahun sesudah lulus ujian SIM. Bagi yang sudah berpengalaman, masih ada kursus-kursus tambahan untuk menambah kemampuan, seperti kursus “defensive driving” yaitu kursus mengemudi secara defensif, karena di jalan raya sebenarnya ada banyak bahaya yang selalu mengancam.

Dalam Galatia 5: 22-23 ada tertulis 9 buah Roh yang sudah dibahas sebelumnya, kecuali yang terakhir, yaitu penguasaan diri. Apa yang dimaksud dengan penguasaan diri? Seandainya tubuh dan hidup kita di dunia ini adalah sebuah mobil dan kita adalah pengemudinya, kita harus dapat menguasai mobil kita agar tidak mengalami musibah, agar tidak mencelakakan diri kita sendiri atau orang lain. Sesudah kita mendapatkan sebuah SIM yaitu menerima anugrah keselamatan dari Yesus, hidup di dunia tidaklah berubah menjadi hidup yang bebas dari bahaya. Menjadi umat Tuhan juga tidak berarti kita bisa mengarungi hidup yang penuh bahaya dan tantangan ini dengan mudah. Kita membutuhkan kemampuan untuk menguasai diri, untuk defensive driving, untuk hidup dengan bertahan atas segala ancaman dari dalam dan luar.

“Sebab di dalam batinku aku suka akan hukum Allah, tetapi di dalam anggota-anggota tubuhku aku melihat hukum lain yang berjuang melawan hukum akal budiku dan membuat aku menjadi tawanan hukum dosa yang ada di dalam anggota-anggota tubuhku.” Roma 7: 22-23

Memang sewaktu kita menjawab panggilan keselamatan Kristus, kita merasakan kebahagiaan yang tersendiri. Karena kalau tidak karena kasih Allah, kita tidak mungkin bisa mendapat kesempatan untuk diselamatkan dan masuk ke surga. Seperti  baru mendapat SIM, hati kita menjadi besar dan dengan itu kita mungkin mudah merasa yakin bahwa kita akan dapat menghadapi hidup ini dengan tenang, tanpa kuatir dalam menghadapi segala persoalan. Tetapi, dalam ketenangan hidup yang sedemikian, orang Kristen sering lupa bahwa iblis akan berusaha mencari kesempatan untuk menyerang kita sewaktu kita lengah.

Penguasaan diri adalah salah satu hal yang sering dilupakan oleh orang Kristen dalam menghadapi segala godaan kecil maupun besar dalam hidup ini. Seringkali godaan-godaan ini justru timbul ditempat dimana kita merasa aman: di kantor, dalam keluarga, dan juga di gereja dan  diantara teman-teman baik kita. Godaan-godaan ini belum tentu muncul sebagai kejahatan yang jelas terlihat, tetapi muncul sebagai perbuatan, perkataan, sikap, tingkah-laku dan keputusan yang melanggar perintah-perintah Kristus dan etika kekristenan. Godaan-godaan itu mungkin muncul sebagai hal yang baru dalam hidup kita, tetapi seringkali adalah sisa peninggalan hidup lama kita yang belum bisa dihilangkan. Hal-hal yang sedemikian bisa menghancurkan hidup kita sendiri dan hidup orang lain.

Pagi ini kita belajar bahwa seperti mengemudikan mobil, kita perlu mengembangkan kemampuan kita untuk menguasai diri dalam perjalanan hidup ini. Kita harus mau belajar tiap hari untuk makin bisa membiarkan Roh Kudus untuk menguasai hidup kita. Hidup ini bisa menjadi suatu tantangan yang tidak bisa teratasi jika kita berusaha mengendalikannya dengan usaha sendiri. Tetapi dengan bimbingan Roh Kudus kita akan bisa menguasai diri kita dan tetap kuat dalam menghadapi segala tantangan hari demi hari.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s