Si Unyil suka usil!

“Segala sesuatu diperbolehkan.” Benar, tetapi bukan segala sesuatu berguna. “Segala sesuatu diperbolehkan.” Benar, tetapi bukan segala sesuatu membangun. 1 Korintus 10: 23

Namanya si Unyil orang usil…..dimana-mana kerjanya menggoda orang lain, atau mencari-cari kabar burung atau gossip untuk bisa dipakai sebagai bahan perbincangan di mall.

Memang orang kalau nganggur gampang jadi bosan; karena itu daripada bosan Unyil suka mengusili orang lain. Tambahan lagi, Unyil yang senang usil kalau melihat orang lain yang dipandang “aneh”, selalu dengan otomatis berhasrat untuk menggoda dan menggunjing.

Walau kita tahu bahwa orang macam si Unyil ada dimana-mana dan gampang ditemukan di dunia maya, Alkitab ternyata tidak pernah menyebutkan kata usil. Walaupun demikian ada ayat yang menyebut soal janda-janda muda yang senang beromong kosong (meleter) dan mencampuri urusan orang lain:

“Lagipula dengan keluar masuk rumah orang, mereka membiasakan diri bermalas-malas dan bukan hanya bermalas-malas saja, tetapi juga meleter dan mencampuri soal orang lain dan mengatakan hal-hal yang tidak pantas.” 1 Timotius 5: 13

Memang rasul Paulus yang menulis kitab Timotius ini bisa-bisa juga dianggap usil dan anti wanita karena ia seolah-olah melecehkan orang-orang tertentu. Tetapi itulah kenyataannya pada waktu itu, dimana ada janda-janda muda yang karena tidak mempunyai tujuan hidup yang pasti dan kegiatan hidup yang sehat, telah menjadi orang yang mengisi hidupnya dengan mengusili orang lain.

Tidak dapat diragukan bahwa di zaman modern ini lelaki dan perempuan dapat menduduki status yang sama dalam masyarakat. Golongan janda-janda muda yang suka meleter itu mungkin sudah membaur dengan masyarakat umum. Sekarang ini kita justru bisa melihat bahwa banyak orang, laki dan perempuan, muda dan tua, punya kecenderungan untuk usil baik dalam kehidupan nyata maupun maya.

Seandainya rasul Paulus masih hidup hari ini, pastilah banyak di antara kita yang ditegurnya karena bukan hanya karena suka membuang waktu saja, tetapi juga karena suka meleter dan mencampuri soal orang lain dan mengatakan hal-hal yang tidak pantas. Memang, mungkin apa yang kita lakukan tidak dimaksudkan untuk menyakiti hati orang lain. Barangkali maksud kita hanya untuk bergurau. Tetapi sebagai orang Kristen kita harus bijaksana dan berhati-hati dalam semua tindakan dan kelakuan kita.

Pagi ini kita seharusnya bisa mengintrospeksi hidup kita sehari-hari. Berapa jam yang kita pakai secara produktif untuk menghasilkan apa yang baik, dan berapa jam yang terbuang untuk memenuhi “hasrat keusilan” kita. Paulus mengingatkan kita bahwa sekalipun keusilan kita tidak mengganggu orang lain, itu mungkin adalah perbuatan sia-sia yang tidak berguna karena tidak membangun apa yang baik.

“Saudara-saudara, janganlah sama seperti anak-anak dalam pemikiranmu. Jadilah anak-anak dalam kejahatan, tetapi orang dewasa dalam pemikiranmu!” 1 Korintus 14: 20

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s