Ikan banyak, tapi mengapa sulit ditangkap?

“Yesus berkata kepada mereka: “Mari, ikutlah Aku dan kamu akan Kujadikan penjala manusia.” Markus 1: 17

Akhir pekan ini cuaca cukup panas dan cerah di Australia. Jika cuaca lagi enak, di beberapa tempat sepanjang pesisir pantai biasanya terlihat banyak orang yang memancing. Banyak di antara mereka mungkin sekedar mengisi waktu senggang, tetapi banyak juga yang serius, berusaha mendapat ikan dengan sabar selama berjam-jam.

Apabila menangkap ikan itu cukup sulit, “menangkap” manusia untuk mengajak mereka menjadi pengikut Kristus itu jauh lebih sulit. Mengapa? Paling tidak ada 3 hal utama yang bisa disebutkan.

Pertama, mereka yang bisa ditangkap itu harus sudah digerakkan oleh Roh Kudus. Tanpa petunjuk Tuhan, sia-sialah usaha manusia untuk mengenal Tuhan. Roh Kuduslah yang membimbing kearah pengertian bahwa mereka memerlukan seorang Juru Selamat. Bagaimana seseorang kemudian mengikut Yesus dan bukannya mengikut dewa-dewa, kitab suci dan kepercayaan yang lain adalah sesuatu yang ajaib karena kita tahu bahwa iblis selalu berusaha menggagalkan rencana Tuhan.

Kedua, banyak orang yang berubah pikiran dari keinginan mengikut Yesus karena kecewa atas tingkah laku orang Kristen. Ini membuat mereka menolak panggilan Roh untuk bertobat dan mengikut Yesus. Memang tidak ada tuduhan yang lebih provokatif dari pada tuduhan bahwa gereja adalah suatu kelompok orang munafik karena adanya orang-orang yang mengaku Kristen tetapi tidak menunjukkan sikap hidup dan sifat yang baik. Tetapi memang kenyataan bahwa Yesus sering menegur mereka yang munafik sewaktu Ia masih di dunia.

Yang ketiga, orang Kristen di zaman ini sering dipandang sebagai orang yang terlalu bebas. Mungkin juga sebagai orang yang kebarat-baratan, yang memandang budaya barat lebih baik dari budaya lain. Bahkan, Yesus sendiri sering digambarkan sebagai orang barat. Karena itu, untuk mereka yang mempunyai kebiasaan dan kebudayaan lain, mengikut Yesus mungkin terasa seperti menganut budaya barat. Padahal, inti iman Kristen adalah kasih kepada Tuhan dan sesama, yang tidak dibatasi oleh bangsa, suku dan budaya.

Pagi ini kita harus menyadari bahwa Tuhanlah yang membawa manusia ke arah keselamatan. Mereka yang mendengar panggilanNya dan menjawab “ya” akan diselamatkan. Tuhan sudah memerintahkan seluruh umatNya untuk menyampaikan kabar baik ini, agar banyak orang yang bisa mendengar panggilanNya. Yesus datang bukan untuk bangsa atau kelompok orang-orang tertentu. Kabar keselamatan bisa disampaikan dengan lebih baik melalui sikap hidup, sifat dan tingkah laku kita. Karena itu kita mempunyai tanggung jawab yang sama besarnya dalam usaha menjala orang.

“Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.” Matius 5: 16

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s