Maaf, saya tidak sengaja….

“Sebab jika kita sengaja berbuat dosa, sesudah memperoleh pengetahuan tentang kebenaran, maka tidak ada lagi korban untuk menghapus dosa itu.” Ibrani 10: 26

Di kota-kota besar seperti Jakarta dan Sydney, pusat pertokoan selalu penuh dengan pengunjung. Adakalanya karena berjubelnya manusia, kaki kita terinjak orang lain. Mungkin kita mengaduh dan mengomel, tapi selama perbuatan orang itu tidak disengaja dan ia sudah meminta maaf, kitapun bisa menerima. Kesalahan yang tidak disengaja, tidak perlu dihitung sebagai kesalahan.

Jika kesalahan yang tidak disengaja bisa dimengerti dan dimaafkan, mungkin kita juga berpikir bahwa Tuhanpun akan mengampuni dosa yang tidak kita sengaja. Tuhan yang Mahakasih tentunya lebih bisa melupakan dosa-dosa yang kecil yang terjadi tanpa direncanakan, begitu mungkin pikiran kita. Pemikiran sedemikian memang kelihatannya logis, tetapi bukanlah benar.

Tuhan yang Mahakasih adalah Tuhan yang Mahasuci dan Mahatahu. Tuhan tahu bahwa apakah yang tidak kita sengaja benar-benar terjadi sebagai “kecelakaan yang tidak bisa diperhitungkan” atau sebagai “kemungkinan yang terjadi karena adanya pilihan”. Jarang sekali ada dosa yang munculnya tidak bisa diduga.

Orang yang pergi ke tempat keramaian pasti sadar bahwa ada kemungkinan bahwa ia akan menginjak atau diinjak kaki orang lain. Mereka yang senang mengirim atau melihat gambar-gambar yang kurang baik dan membaca hoax, tidak dapat membuat alasan “tidak sengaja” ketika ada pikiran-pikiran yang kurang sehat dan keliru yang kemudian muncul. Dosa yang tidak disengaja dengan demikian tidaklah berbeda dengan dosa yang lain.

Baik dosa yang “tidak disengaja” maupun yang disengaja, keduanya adalah dosa-dosa yang dapat mematikan iman kita. Selain itu, adanya kesengajaan untuk berbuat dosa bisa menunjukkan bahwa manusia belum menerima keselamatan dari Kristus.

Dosa dalam pengertian yang literal adalah “tidak mengenai sasaran”, yang berarti segala sesuatu yang tidak memenuhi tujuan penciptaan, yaitu memuliakan Tuhan. Sejak kejatuhan Adam dan Hawa, semua manusia sudah berdosa dan tidak dapat lagi memenuhi harapan Allah Sang Pencipta. Hanya melalui pengorbanan Kristus, kita memperoleh kesempatan untuk bertobat guna menerima anugerah keselamatan. Siapa yang sudah menerima Kristus harus meninggalkan hidup lamanya, bertobat dari dosa-dosa lamanya. Ini tidak berarti bahwa perubahan hidup mereka akan terjadi secara instan, tetapi secara terus-menerus karena Roh Kudus yang bekerja.

Kunci untuk pertumbuhan iman adalah Roh Kudus yang  membimbing kita untuk mau dan bisa mempelajari Firman Tuhan. Mereka yang mengaku Kristen tetapi tidak mempunyai gairah untuk mendalami Firman akan mudah jatuh dalam prinsip “ketidak-sengajaan”. Berbuat dosa, tetapi tidak menyadari apa yang salah. Berbuat dosa karena banyak orang Kristen yang berbuat hal yang serupa. Berbuat dosa karena pengertian tentang Firman bukanlah pengertian yang benar. Berbuat dosa karena tidak mengerti akan hukum Tuhan dan etika Kristen. Jelas bahwa pertumbuhan iman orang Kristen yang sedemikian akan sangat lambat dan jika tidak diperbaiki akan membawa kepada kematian iman.

Mereka yang dengan sengaja berbuat dosa yang sama secara terus menerus perlu menimbang apakah mereka adalah orang yang sudah menerima keselamatan. Apa sebabnya? Mereka yang sudah diselamatkan adalah ciptaan baru dan yang lama seharusnya sudah lenyap. Karena itu, barang siapa yang masih tetap hidup dalam dosa, sesudah memperoleh pengetahuan tentang kebenaran, pengorbanan Kristus tidaklah berlaku atas mereka. Walaupun demikian, jalan keselamatan masih terbuka jika mereka mau bertobat.

Pagi ini, jika  kita merasa bahwa kita sudah meninggalkan kebiasaan melakukan dosa yang “tidak sengaja” maupun sengaja, tantangan kita adalah untuk melakukan apa yang baik, sebab kita juga berbuat dosa jika  kita tahu apa yang baik tetapi tidak melakukannya. Kita tidak bisa mengaku sebagai orang percaya jika kita tidak mau berbuat baik!

“Jadi jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa.” Yakobus 4: 17

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s