Adakah yang peduli?

“Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa.” Ibrani 4: 15

Salah satu lagu spiritual jazz yang saya senangi adalah lagu “Nobody knows the trouble I’ve seen” yang dinyanyikan oleh Louis Armstrong. Lagu tradisional ini, yang syairnya pertama kali dicatat pada tahun 1867, sudah dinyanyikan oleh banyak biduan. Syairnya sangat sederhana:

Nobody knows the trouble I’ve seen

Nobody knows my sorrow

Nobody knows the trouble I’ve seen

Glory, Hallelujah

Lagu ini sangat terkenal dan disukai banyak orang karena syairnya yang sering “klop” dengan hidup manusia. Manusia yang sering merasa bahwa tidak ada seorangpun yang tahu apa yang dideritanya. Dalam hidup rumah tangga, suami, istri, anak, saudara pernah mengalami saat-saat dimana mereka merasa bahwa tidak seorangpun peduli akan masalah yang ada.

Memang sulit bagi manusia jika tantangan hidup ini harus dihadapi seorang diri. Sejak dari awalnya Tuhan tahu bahwa manusia tidak dapat hidup seorang diri (Kejadian 2: 18). Tetapi, dalam kenyataan hidup ini masih banyak orang yang harus berjuang seorang diri baik di keluarga, sekolah, kantor dan bahkan di lingkungan gereja. Manusia agaknya sukar untuk mengerti perasaan orang lain. Manusia juga sulit diharapkan untuk mau atau dapat menolong sesamanya.

Kesepian manusia sering meningkat dengan melanjutnya usia. Ketika anak-anak sudah dewasa dan meninggalkan orang tua, ketika tubuh mulai sakit-sakitan atau cepat lelah, orang tua merasa sepi. Kesepian juga timbul dalam diri seseorang yang harus meninggalkan orang tua atau keluarga untuk mencari nafkah atau menuntut ilmu.

Baik masalah keuangan, kegagalan, komunikasi ataupun yang lain, perasaan merana bukan saja membuat seseorang sedih tetapi juga mudah sakit dan mudah jatuh dalam dosa. Kemurungan, kemarahan dan pelarian dari kenyataan hidup sering terjadi, dan dengan keadaan itu Tuhan serasa tak ada.

Pagi ini kita diingatkan bahwa Yesus, Imam Besar yang kita kenal adalah imam besar yang dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita. Sebagai anak Allah yang sudah turun ke dunia, Ia sama dengan kita, Ia telah merasakan penderitaan dan kesepian seperti kita, tetapi sudah menang atas segala godaan iblis dalam hidupNya. Jika kita merasa lelah dalam hidup ini, Ialah satu-satunya harapan kita.

“Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.” Matius 11: 28

Nobody knows the trouble I’ve seen

Nobody knows but Jesus

Nobody knows the trouble I’ve seen

Glory, Hallelujah

2 pemikiran pada “Adakah yang peduli?

  1. Terima kasih untuk kiriman renungan firman Tuhan yang memberkati.
    Saya lebih suka membaca renungan via WA saja.

    Saya belum mempunyai web atau blog. Insya Allah di waktu yg tdk terlalu lama saya bisa mempunyainya.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s