Semua dari Tuhan

“Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!” Roma 11: 36

Dengan majunya komunikasi elektronik di zaman ini, banyak bermunculan berbagai nasihat untuk memperbesar “percaya diri” alias PD. Tidak hanya pembicara profesional atau motivator top yang giat mengadakan seminar, tetapi juga banyak slogan dan nasihat yang muncul di internet dan TV tentang bagaimana manusia dapat mencapai apa saja yang dicita-citakan mereka. Seolah hidup mereka bergantung pada mereka sendiri.

Di dunia ini, manusia memang diciptakan sebagai “raja”. Dalam kitab Kejadian 1: 28 dikatakan bahwa Allah memberi manusia kuasa atas mahluk-mahluk yang lain. Tetapi akibat dosa, manusia seringkali lupa bahwa Tuhanlah yang memungkinkan hal itu.

Karena dosa manusia juga sering lupa bahwa Tuhanlah yang benar-benar berkuasa atas seisi dunia, bahkan seluruh jagad raya. Manusia mudah merasa bahwa ia sendiri yang menentukan hidupnya dan apa yang diperolehnya adalah semata-mata jerih payahnya.

Ayat diatas mengingatkan kita bahwa apapun yang baik adalah dari Tuhan, dan oleh Tuhan, dan untuk Tuhan. Untuk Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya. Hal ini lebih mudah dikatakan, tetapi sukar dijalankan. Bagaimana cara praktis untuk menerapkan keyakinan ini dalam hidup kita?

  1. Jangan sombong kalau sudah ada: Karena segala sesuatu dari Dia, keberhasilan kita seharusnya untuk memuliakan Tuhan dan bukan untuk kebanggaan diri sendiri.
  2. Mohon pada Dia, kalau belum ada: Karena Dialah yang memungkinkan segala kejadian, jangan mengandalkan pada kekuatan kita sendiri untuk mencari apa yang kita butuhkan.
  3. Tetap percaya, sekalipun tidak ada: Karena Dialah yang berkuasa untuk mengambil keputusan, jangan sampai kita lemah iman sekalipun apa yang kita harapkan tidak kunjung tiba.
  4. Syukur tiap saat, ada maupun tak ada: Ada ataupun tidak, hal-hal duniawi tidak boleh menentukan kebahagiaan kita. Hidup yang penuh rasa syukur adalah kunci kebahagiaan.
  5. Kerja giat, supaya yang ada tetap ada: Tuhan memberikan berkat dan talenta secara individual kepada setiap orang. Tugas manusia adalah untuk memakai dan melipat-gandakan berkatNya untuk Tuhan dan sesama.

“Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna, datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang” Jakobus 1: 17a

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s