Ngapain ke gereja?

“Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.” Ibrani 10: 25

Gereja di banyak negara barat sekarang ini seringkali hanya dihadiri orang tua saja. Banyak gedung gereja di Australia yang dijual karena pengunjungnya sudah terlalu sedikit dan dijadikan tempat ibadah agama lain atau tempat makan. Salah satu gedung gereja Australia di Melbourne masih beruntung karena bisa dikelola jemaat Indonesia sehingga tidak perlu ditutup atau dijual, tapi kejadian ini jarang ditemui. Mengapa hal ke gereja sekarang sudah tidak relevan bagi generasi muda di banyak negara maju? Apakah itu bisa terjadi di Indonesia?

Satu faktor yang penting dalam kehidupan orang Kristen adalah keluarga. Pendidikan keKristenan dalam keluarga adalah dasar pembentuk norma dan etika Kristen anak-anak. Jika keluarga dan orang tua sudah tidak bisa berfungsi sebagai gereja (persekutuan orang percaya) dan pimpinan gereja, anak-anakpun akan jatuh dalam kebimbangan seperti layang-layang putus.

Keluarga Kristen di zaman ini, seperti keluarga lainnya, menghadapi berbagai tantangan hidup yang berbeda dengan zaman sebelumnya. Tidak hanya tekanan hidup yang terjadi karena soal pekerjaan orang tua, pengaruh tekanan juga timbul dari masyarakat sekitar keluarga dan bahkan keadaan dunia yang bisa dipantau melalui media. Anak-anak zaman ini belajar lebih banyak dari lingkungannya daripada orang tua mereka. Apalagi, jika anak-anak sudah bisa pergi kemana saja tanpa disertai orang tua, mereka akan merasa bebas untuk melakukan apa saja.

Unit terkecil gereja adalah keluarga. Jika keluarga sudah tidak dapat berfungsi sebagai persekutuan orang percaya dengan orang tua yang berperan sebagai gembala sidang, anak-anak secara otomatis akan mengabaikan pentingnya persekutuan dengan orang seiman. Jika keluarga sudah tidak bisa memberikan kesempatan untuk bertemu dan berdoa, tempat ibadah untuk saling menasihati, dan memuji Tuhan, kemungkinan untuk anak-anak menjalani hidup Kristen makinlah tipis. Apalagi di zaman ini peran ayah dan ibu cenderung semakin kabur saja.

Pagi hari Minggu ini kita diingatkan bahwa perjuangan hidup umat Kristen di masa depan akan semakin berat. Tidak hanya di negara barat, tetapi juga di negara-negara lain. Tidak hanya di sekolah, kantor, pemerintah dan masyarakat kita melihat unsur-unsur jahat yang berusaha menghancurkan iman Kristen, tetapi keluargapun akan terpecah belah karena adanya pandangan-pandangan manusiawi yang nampaknya masuk akal, tetapi bertentangan dengan Firman. Marilah kita memperkuat ibadah kita, terutama ibadah dalam keluarga supaya makin banyak orang yang mengerti pentingnya gereja yaitu persekutuan orang percaya!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s