Tua tua kelapa

“Konon hikmat ada pada orang yang tua, dan pengertian pada orang yang lanjut umurnya.” Ayub 12: 12

Ada pepatah Indonesia yang berbunyi “tua tua keladi” yang berarti makin tua makin menjadi (sifat buruknya), tetapi pepatah “tua tua kelapa” adalah kebalikannya, karena berarti makin tua makin banyak santannya (sifat baiknya). Kedua pepatah ini sering dipakai untuk mengungkapkan sifat manusia dengan bertambahnya umur, tetapi pepatah yang pertama mungkin lebih sering kita dengar.

Ayat diatas menyatakan bahwa dengan bertambahnya umur, hikmat dan pengertian ikut bertumbuh. Orang yang lanjut umurnya punya lebih banyak kebijaksanaan dan pengertian, mungkin karena banyaknya pengalaman.

Pengalaman adalah guru yang terbaik, begitulah bunyi pepatah lain yang mengungkapkan pentingnya untuk belajar dari apa yang kita alami. Memang seringkali manusia mengalami pengalaman pahit yang memungkinkan mereka untuk bisa belajar untuk tidak melakukan hal yang sama di masa depan. Sebuah pepatah internasional yang sangat terkenal mengatakan bahwa seekor keledai tidak pernah jatuh ke dalam lubang dua kali, karena keledaipun belajar dari pengalaman!

Pengalaman memang bisa menjadi pelajaran yang berharga tetapi tidak semua orang bisa menghargai pengalamannya dan menjadi makin baik dalam sifat dan hidupnya. Banyak orang yang justru berubah menjadi makin jahat dan makin jauh dari Tuhan karena pengalaman yang membuat mereka merasa Tuhan itu tidak ada. Mengapa begitu? Ayat dibawah ini menjelaskan bahwa hikmat dan pengetahuan yang benar hanya datang dari Roh Kudus.

“Sebab kepada yang seorang Roh memberikan karunia untuk berkata-kata dengan hikmat, dan kepada yang lain Roh yang sama memberikan karunia berkata-kata dengan pengetahuan.” 1 Korintus 12: 8

Belajar dari pengalaman tanpa dibimbing Roh Kudus hanya menghasilkan kebijaksanaan menurut ukuran manusia. Jika manusia tidak sadar bahwa Tuhan berkuasa atas apa yang terjadi dalam hidup mereka, apa yang mereka peroleh dari pengalaman hanyalah menghasilkan kesombongan dan kenekadan, atau kekuatiran dan kekecewaan. Tanpa bimbingan Roh Kudus, manusia mungkin serupa keladi, makin tua makin menjadi dalam kebodohannya.

“Karena hikmat dunia ini adalah kebodohan bagi Allah.” 1 Korintus 3: 19

Pagi ini marilah kita menyadari bahwa dalam hidup kita harus tetap dekat kepada Tuhan dan bahkan makin lama makin dekat kepadaNya dengan bertambahnya umur kita. Biarlah hidup kita seperti kelapa yang semakin tua semakin banyak santannya!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s