Otot kawat tulang besi

“Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku”. Filipi 4: 13

“Otot kawat tulang besi” merupakan ungkapan yang berasal dari bahasa Jawa yang berbunyi “Otot kawat, balung wesi”. Ungkapan tersebut dalam kisah pewayangan mengingatkan kita pada sosok pria yang gagah perkasa, berkumis tebal, sakti mandraguna dan bisa terbang tanpa sayap. Itulah Gatotkaca putra Bima dari keluarga Pandawa dalam kisah Mahabarata.

Dalam Alkitab, orang yang dapat dikatakan mempunyai “otot dari kawat dan tulang dari besi” adalah Simson yang menjadi salah satu hakim umat Israel (Hakim-Hakim 14). Simson dapat mencabik seekor singa, menangkap tiga ratus anjing hutan dan  membunuh banyak orang, semuanya dengan tangannya. Tetapi Simson bukan benar-benar orang yang kuat dalam segala hal, karena ia mempunyai kelemahan terhadap rayuan wanita. Karena kelemahan itulah ia akhirnya mati bersama ribuan orang Filistin.

Sebagai manusia, kita mungkin membayangkan betapa enaknya jika kita bisa hidup sehat-kuat sampai hari tua. Berbagai hal yang bisa dilakukan manusia untuk memelihara kesehatannya seperti minum berbagai obat, vitamin, berolahraga, berdiet sehat dan sebagainya, yang di zaman ini menjadi pusat perhatian mereka yang mampu. Walaupun demikian, tidak ada seorangpun yang bisa dalam jasmaninya mencapai tingkatan “otot kawat tulang besi”. Seperti Simson, semua orang akhirnya akan mati dan lebih dari itu, tidak ada seorangpun yang tahu kapankah itu akan terjadi.

Sebagai karunia Tuhan dari mulanya, kekuatan jasmani memang penting untuk dapat menjalankan tugas manusia di dunia , dan lebih dibutuhkan lagi setelah kejatuhan mereka kedalam dosa – karena hanya dengan susah payah saja manusia bisa tetap berkembang biak dan hidup (Kejadian 3: 16-17). Walaupun demikian, kekuatan yang diutamakan Tuhan adalah kekuatan rohani melalui hubungan yang baik denganNya. Kekuatan rohani ini seharusnya tetap ada seandainya manusia tidak jatuh ke dalam dosa. Namun, karena kejatuhan dalam dosa, manusia tidak akan memperoleh kekuatan rohani jika mereka tidak mau kembali membina hubungan yang baik dengan Sang Pencipta.

Seringkah anda mengalami rasa capai sesudah bekerja seharian? Seringkah anda merasa lelah dalam hidup yang penuh tantangan? Apakah anda merasa bahwa usia sudah mulai mempengaruhi kekuatan jasmani anda? Apakah anda merasa bahwa rasa hormat orang lain kepada anda sudah mulai berkurang karena usia anda? Ataukah anda mempunyai masalah dengan kesehatan anda? Mungkin semua pertanyaan itu pernah dipertanyakan oleh Simson, si “Otot Kawat Tulang Besi”. Seperti Simson, kita tidak dapat menghindari semua masalah itu karena kekuatan jasmani kita yang bersifat sementara.

Pagi ini kita harus sadar bahwa adalah kebohongan jika kita merasa bahwa hidup kita ada di tangan kita sendiri. Dalam hal jasmani, manusia manapun tidak dapat bergantung kepada tubuh, kepandaian, kekuatan dan harta mereka. Dalam soal rohani, manusia juga harus tetap bergantung kepada Tuhan yang membawa keselamatan melalui Yesus Kristus. Walaupun demikian, jika kita mempunyai kekuatan rohani dari Tuhan, kita boleh yakin bahwa kita akan mempunyai ketabahan seperti “otot kawat dan tulang besi” untuk bisa menghadapi semua tantangan hidup. Dalam kelemahan jasmani kita, kita boleh bermegah bahwa Yesus sudah memberikan kita kekuatan rohani yang abadi!

“Jika aku harus bermegah, maka aku akan bermegah atas kelemahanku.” 2 Korintus 11: 30

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s