Oh nostalgia….

Hari-hariku seperti bayang-bayang memanjang, dan aku sendiri layu seperti rumput. Mazmur 102: 11

Kemarin malam saya sempat menonton konser musik yang penyanyinya sangat populer di tahun 70an. Ratusan orang memenuhi gedung konser di Toowoomba dan mereka semua terlihat gembira menikmati lagu-lagu yang sempat ngetop 45 tahun yang lalu. Sayapun merasa sepertinya jam sudah diputar balik sehingga apa yang terjadi di masa lalu seolah muncul kembali di alam pikiran saya. Nostalgia! Serasa hari kemarin saja, saya bisa membayangkan bagaimana lagu-lagu itu muncul baik di radio maupun TV; dan dengan itu pikiran pun melayang ke saat-saat indah di masa muda yang sudah lama lewat.

Memang masa muda seseorang biasanya adalah saat yang lebih terisi dengan kegiatan yang seirama dengan semangat untuk menikmati apa yang ada, dan kurang memikirkan tanggung jawab dan kewajiban yang lazimnya untuk orang dewasa. Untuk banyak anak muda, jelas bahwa waktu terasa berjalan dengan perlahan sebab masa muda berisi penantian akan kesempatan yang akan datang. Namun, sesudah menginjak usia dewasa, kenyataan hidup manusia mungkin sangat berlainan. Dengan bertambahnya umur manusia, waktu terasa berjalan cepat karena masalah dan tantangan hidup seringkali datang bertubi-tubi dan sulit diselesaikan, Dengan menanjaknya usia, kesehatan mungkin mulai menurun dan kesempatan yang diharapkan sejak lama mungkin sudah lenyap.

Penulis Mazmur dalam ayat diatas barangkali merasakan hal yang banyak dirasakan oleh orang yang sadar akan waktu yang berlalu dengan cepat. Hari-hariku seperti bayang-bayang memanjang, dan aku menjadi layu seperti rumput, katanya. Matahari kehidupan sudah hampir terbenam, tetapi aku masih berdiri di tempat yang sama, dan hanya bisa menyesali mengapa waktu begitu cepat berlalu. Apa yang sudah aku peroleh sampai saat ini terasa sebagai suatu kehampaan, karena aku sadar bahwa aku tidak dapat mencapai apa yang aku idamkan!

Apa yang sudah kita alami pada saat yang silam memang mempengaruhi kehidupan kita sekarang. Pengalaman manis yang pernah kita alami di masa lalu mungkin bisa meyakinkan kita akan kasih Tuhan, tetapi mungkin juga bisa menyebabkan rasa kecewa atas apa yang sekarang ada. Sebaliknya, apa yang pahit di masa lalu dapat menimbulkan rasa getir yang terus muncul dalam hidup kita sekarang, tetapi bisa juga memberi kekuatan kepada kita melalui keyakinan bahwa Tuhan tetap menyertai kita dalam semua keadaan. Nostalgia bisa menimbulkan perasaan yang berbeda-beda, tergantung pada sikap dan reaksi kita kepada apa yang telah terjadi.

Bagaimana reaksi pemazmur ketika ia merasa bahwa hidupnya sungguh berat dengan pengalaman-pengalaman pahit yang dialaminya sebelumnya? Bagaimana rasanya setelah ia sadar bahwa waktu sudah berlalu begitu cepat dan ia tidak lagi mempunyai semangat dan gairah untuk masa depan? Bagaimana pula jika kita menghadapi hal yang serupa dalam hidup kita, dan perasaan kita juga membisikkan bahwa kesempatan untuk mencapai sesuatu sudah lewat?

Pemazmur tidak mau berlama-lama tinggal dalam pikiran dan nostalgianya. Dalam ayat berikutnya ia berkata:

“Tetapi Engkau, ya TUHAN, bersemayam untuk selama-lamanya, dan nama-Mu tetap turun-temurun.” Mazmur 102: 12

Keyakinan bahwa Tuhan adalah Tuhan yang Mahakuasa yang memelihara seluruh umatNya, membuat ia menghentikan nostalgianya. Berhenti memikirkan betapa malang hidupnya, berhenti merasa kuatir dan takut menghadapi hari depan. Bagaimana pula kita dengan nostalgia kehidupan dan tantangan hari depan kita? Maukah kita menyerahkan hidup kita sepenuhnya kedalam bimbingan tangan Tuhan yang bersemayam untuk selama-lamanya dan mengasihi kita dan keluarga kita? Biarlah Tuhan menguatkan kita sekalian.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s