Bermegah dalam Kristus

“Tetapi aku sekali-kali tidak mau bermegah, selain dalam salib Tuhan kita Yesus Kristus, sebab olehnya dunia telah disalibkan bagiku dan aku bagi dunia.” Galatia 6: 14

Kemegahan adalah salah satu yang dicari manusia. Memang setiap orang dari lahir sudah mempunyai naluri untuk mencapai kesuksesan dalam apa yang dilakukannya, supaya ia memperoleh kesempatan untuk merasa bangga akan apa yang sudah dicapainya.

Menurut rumus dunia, setiap orang bisa dan harus berusaha untuk mencapai kesuksesan. Kesuksesan yang dialami tanpa mengucurkan keringat umumnya dimengerti sebagai sesuatu yang tidak perlu dibanggakan. Tetapi dalam kenyataannya orang juga membanggakan hal-hal yang sudah ada sejak dari awalnya, seperti warna kulit, bentuk tubuh, jenis ras, kebangsaan dan sebagainya. Kebanggaan malahan bisa berkembang menjadi kesombongan dan perasaan bahwa apa yang dimiliki orang lain tidaklah sebaik apa yang mereka punyai.

Kebanggaan tidak hanya dalam hal jasmani, tetapi juga dalam hal rohani. Keyakinan bahwa orang Kristen adalah manusia yang terpilih, seringkali membuat mereka merasa bahwa orang lain adalah orang yang dibenci Tuhan, terutama jika orang itu masih hidup bergelimang dalam dosa (Lukas 19: 2-7). Mungkin juga, ada perasaan yang muncul bahwa karena hidup kita nampak lebih saleh daripada hidup orang lain, pastilah Tuhan lebih mencintai diri kita (Lukas 18: 10-14). Bahkan, murid-murid Yesus pun bisa terperosok dalam soal siapa yang terbaik (Lukas 22: 24).

Semua kebanggaan pada umumnya membuat manusia merasa “super” dan lebih baik dari orang lain. Bermegah atas keadaan diri sendiri tidak lain adalah membuat diri kita seperti ilah di hadapan Tuhan. Jika begitu, tidak adakah yang bisa kita banggakan dalam hidup kita sebagai umat Kristen? Tidak adakah sesuatu yang megah dalam hidup kita yang bisa kita sampaikan kepada seisi dunia? Sudah tentu ada! Jika tidak ada yang sesuatu yang hebat dalam hidup kita, bagaimana kita bisa membuat dunia bisa melihat kebesaran Tuhan?

Kita boleh bermegah bahwa karena Yesus yang sudah datang ke dunia pada hari Natal adalah Anak Allah yang sudah sudi datang untuk menebus dosa manusia. Karena Yesus, hidup kita tidak lagi dikuasai oleh dosa; dan karena dosa kita sudah ditebus oleh darah Kristus, kita mau mempersembahkan hidup kita untuk Yesus. Inilah suatu kemegahan yang harus bisa kita sampaikan kepada semua orang agar mereka mau menerima anugerah keselamatan yang sudah dimungkinkan oleh darah Yesus di kayu salib.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s