Merasa kuat karena lemah

Jika aku harus bermegah, maka aku akan bermegah atas kelemahanku.” 2 Korintus 11: 40

Tahukah anda jumlah manusia super yang pernah muncul di layar putih, video game atau buku komik? Mungkin anda tahu Superman dan Batman, tetapi di Amerika ada banyak tokoh khayalan lain, seperti Spider-Man, Thor, Hal Jordan, Wonder Woman dan Captain America; jumlah seluruhnya mungkin lebih dari seratus.

Mengapa orang senang menonton atau membaca cerita khayal semacam itu? Mungkin karena orang senang membayangkan adanya superhero yang mempunyai kemampuan luar biasa, yang bisa menegakkan keadilan dan menolong yang lemah. Barangkali juga orang bisa melamun betapa enaknya jika superhero itu bisa menolong mereka yang sedang menghadapi bahaya atau masalah. Mungkin juga karena orang ikut membayangkan betapa hebatnya kalau mereka bisa mempunyai kemampuan yang serupa dalam hidup mereka.

Hidup ini memang tidak mudah dan terkadang penuh tantangan, masalah atau bahaya. Banyak orang yang dalam keadaan semacam itu akan berusaha untuk bertahan dan berjuang seorang diri, karena mereka berharap untuk bisa kuat dan menang seperti superhero. Itu jugalah yang diajarkan para motivator terkenal di berbagai seminar.

Bagi kita yang beriman, superhero kita sudah tentu adalah Yesus Kristus. Bukannya khayalan, Yesus Anak Allah itu benar-benar datang dari surga ke dunia, mati menebus dosa manusia, tapi bangkit lagi pada hari yang ketiga. Adalah kenyataan bahwa Yesus telah mengubah air menjadi anggur, menyembuhkan orang sakit, mengusir setan dan membangkitkan orang mati. Dan Ia jugalah yang memberitakan kabar baik, kabar keselamatan, kepada orang yang menderita (Matius 11: 5).

Pagi ini kita harus sadar bahwa Yesus adalah Superhero yang sebenarnya. Yesus adalah Tuhan, Tuhan yang juga sudah menciptakan segala sesuatu, yang memelihara segala sesuatu dan yang dari mulanya mempunyai rencana untuk menyelamatkan manusia dari kebinasaan. Ialah kebanggaan kita yang sesungguhnya, karena Ia bisa dan mau menolong mereka yang meyadari kelemahan mereka.

Dalam keangkuhan dan kebodohan kita tidak menyadari kuasa dan kasih Tuhan, tetapi dalam kelemahan kita bisa merasakan kuasaNya seperti apa yang dialami Rasul Paulus.

Tetapi jawab Tuhan kepadaku: “Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.” Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku.” 2 Korintus 12: 9

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s