Bersyukurlah karena bisa bersyukur

“Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.” 1 Tesalonika 5: 18

Selama hampir dua puluh tahun saya menjadi dosen pada empat universitas di Australia, saya menjumpai berbagai murid dengan karakter yang berbeda-beda. Ada murid yang pandai, alim dan rajin, sebaliknya ada yang kurang pandai, nakal dan malas. Selain itu ada murid yang sopan dan menghargai dosen dan teman, tetapi ada juga yang kurang ajar dan tidak tahu berterima kasih.

Pada waktu wisuda, mereka yang merasa berterima kasih atas bimbingan saya, sering meminta saya untuk berfoto bersama. Selain itu ada juga bekas murid yang mengucapkan terima kasih, lama sesudah lulus, atas ilmu pengetahuan yang sudah saya ajarkan. Bagi seorang pendidik, tidak ada yang lebih dapat memberi sukacita daripada ucapan terima kasih dari murid-muridnya.

Jika apa yang diberikan seorang pendidik kepada murid-muridnya hanyalah sebagian kecil dari apa yang dialami mereka, Tuhan sudah memberikan begitu banyak berkat kepada manusia karena segala sesuatu datang dari Tuhan (Roma 11: 36). Karena itu, sudah sepantasnya jika Tuhan yang sudah memelihara manusia dan alam semesta itu senang jika manusia mempunyai rasa syukur dan mau berbakti kepadaNya.

“Ya Tuhan dan Allah kami, Engkau layak menerima puji-pujian dan hormat dan kuasa; sebab Engkau telah menciptakan segala sesuatu; dan oleh karena kehendak-Mu semuanya itu ada dan diciptakan.” Wahyu 4: 11

Bersyukur kepada Tuhan untuk banyak orang Kristen tidaklah semudah yang dibayangkan. Mereka harus bisa bersyukur dalam segala hal, untuk segala yang terjadi dalam hidup mereka. Mereka juga harus senantiasa bersyukur, mengucapkan terima kasih di segala waktu. Mereka harus bisa bersyukur dengan rasa cukup dan bukannya tidak puas akan hidupnya. Jika demikian, siapakah yang dapat bersyukur kepada Tuhan?

Bersyukur kepada Tuhan dengan cara yang benar tidak mungkin dilakukan manusia jika Tuhan sendiri tidak bekerja dalam hidupnya. Mereka yang tidak menyadari betapa besar pengurbanan Yesus untuk menebus dosa manusia dan mereka yang tidak sepenuhnya menyerahkan hidup mereka kedalam bimbingan Roh Kudus tidak akan mengerti bagaimana seharusnya rasa syukur itu dipersembahkan kepada Tuhan.

Memang rasa syukur kita bisa dinyatakan dalam pemberian kita yang berupa uang, tenaga, talenta, kebaikan untuk sesama dan sebagainya. Tetapi semua kenampuan itu sebenarnya datang dari Tuhan karena Dia adalah Tuhan yang kaya dalam segala yang baik. Kalau demikian, adakah yang benar-benar bisa menyenangkan Tuhan? Ada!

Manusia pada mulanya diciptakan Tuhan untuk bisa mempunyai hubungan yang baik denganNya dan bisa memuliakan Dia. Itulah juga yang bisa kita lakukan sekarang untuk menunjukkan rasa syukur kita. Yesus sudah memberi hidupNya untuk keselamatan kita, karena itu kita harus bersyukur dengan menjalani hidup kita sesuai dengan perintahNya dan memakai apa yang kita punyai dan apa yang kita lakukan untuk kemuliaan nama Tuhan!

“Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.” Kolose 3: 23

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s