Hidup adalah sebuah pilihan

“Jadi bagaimana sekarang: adakah kucari kesukaan manusia atau kesukaan Allah? Adakah kucoba berkenan kepada manusia? Sekiranya aku masih mau mencoba berkenan kepada manusia, maka aku bukanlah hamba Kristus.” Galatia 1: 10

Buat semua orang yang mengaku Kristen, keselamatan adalah semata-mata anugerah Tuhan. Tidak ada yang bisa membawa keselamatan selain darah Kristus. Ini berbeda dengan kepercayaan lain yang mengajarkan bahwa manusia bisa dan harus berbuat sesuatu untuk memperoleh karcis ke surga. Walaupun demikian, pada umumnya kepercayaan apapun mengajarkan agar semua pengikutnya untuk berbuat baik.

Jika perbuatan baik untuk orang Kristen tidak dibutuhkan untuk keselamatan, orang sering bertanya-tanya apakah ada insentif bagi orang Kristen untuk berbuat baik? Apakah Tuhan tetap mengharapkan orang berbuat baik? Dalam kenyataannya kita bisa menemui banyak orang Kristen yang hidupnya tidak sedap dipandang mata. Apa yang sedap di mata pun bisa diragukan, apakah itu bukannya untuk kemuliaan pribadi saja.

Alkitab mengatakan bahwa dari apa yang kita lihat dalam hidup seseorang, kita bisa mengetahui apakah ia benar-benar pengikut Kristus.

“Jadi dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka.” Matius 7: 20

Memang kepada setiap orang yang sudah diselamatkan, Tuhan memberikan Roh Kudus sehingga mereka seharusnya dapat membedakan apa yang baik dan buruk. Karena itu, mereka yang benar-benar mengikut Kristus cepat atau lambat seharusnya akan mengalami perubahan dalam hidupnya kearah yang lebih baik. Namun untuk sebagian orang, perubahan yang dinantikan agaknya tidak kunjung datang.

Apakah manusia mempunyai peranan dalam perubahan hidup yang diharapkan? Banyak orang yang mengharapkan bahwa perubahan hidupnya datang dari pekerjaan Roh Kudus semata. Mereka mungkin merasakan adanya hal-hal yang kurang baik dalam hidupnya, tetapi tidak mempunyai inisiatif untuk berubah, sekalipun Roh Kudus sudah sering membisikkan berbagai nasihat dan peringatan. Dalam keadaan demikian, Roh Kudus telah didukakan oleh cara hidup mereka (Efesus 4: 30)

Pagi ini surat rasul Paulus kepada jemaat di Galatia menantang kita yang mengaku sebagai hamba Kristus. Dalam hidup sehari-hari, adakah kita mencari kesukaan duniawi atau kesukaan surgawi? Apakah kita selalu berusaha untuk memenuhi norma kehidupan manusia saja dan bukannya firman Tuhan? Sekiranya kita masih mau mencoba memenuhi standar kebaikan manusia, maka kita bukanlah hamba Kristus. Mereka dengan sengaja menolak bisikan dan bimbingan Roh adalah musuh Kristus (Lukas 12: 8-10). Sekalipun Tuhan sudah memanggil kita, untuk memperoleh keselamatan secara cuma-cuma (Roma 3: 23-24), bagaimana kita hidup adalah pilihan kita dan mengikut Yesus adalah keputusan kita sendiri.

“Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.” Matius 7: 21

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s