Iman yang bekerja

Dan Ia mengutus mereka untuk memberitakan Kerajaan Allah dan untuk menyembuhkan orang, kata-Nya kepada mereka: “Jangan membawa apa-apa dalam perjalanan, jangan membawa tongkat atau bekal, roti atau uang, atau dua helai baju. Lukas 9: 2-3

Apakah yang diperintahkan Yesus kepada murid-muridNya sebelum Ia naik ke surga? Mengabarkan injil! Perintah untuk memberitakan Injil atau yang sering disebut dengan Amanat Agung adalah perintah Yesus yang terakhir yang ditulis di Matius 28: 19-20 dan juga Lukas 24: 46-48. Amanat ini diberikan setelah kebangkitan Yesus pada saat kesebelas murid Yesus berangkat ke Galilea, ke bukit yang telah ditunjukkan Yesus kepada mereka.

Mungkin agak mengherankan bahwa murid-murid Yesus sebenarnya sudah mulai mengabarkan hal kerajaan Allah dari mulanya seperti yang tertulis dalam Lukas 9: 2-3. Ketika itu Yesus masih belum disalibkan dan masih mengembara bersama murid-muridNya. Walaupun demikian, Yesus sudah menyuruh mereka untuk pergi ke berbagai tempat untuk mengajar dan menolong orang lain. Yesus mungkin bermaksud untuk melatih murid-muridNya untuk menghadapi kenyataan hidup sebagai utusan Tuhan.

Sebagai pengikut Yesus, murid-murid dinasihatiNya untuk tidak membawa apa-apa dalam perjalanan, tidak membawa tongkat atau bekal, roti atau uang, atau dua helai baju. Cukup dengan satu baju saja, mereka harus berjalan kaki ke tempat-tempat yang asing untuk mereka. Mereka jelas harus hidup dengan iman bahwa sepanjang jalan mereka akan dapat memperoleh tumpangan dan pertolongan orang lain. Mereka harus mempraktikkan iman mereka secara nyata, bukan hanya teori. Iman yang bekerja, faith at work, adalah iman pengikut Kristus yang bisa membuat orang lain melihat dan percaya bahwa mereka bukanlah orang yang mementingkan atau bergantung kepada kenyamanan hidup, tetapi orang yang mendahulukan perintah Tuhan.

Sebagai orang Kristen, kita adalah pengikut Kristus juga. Dengan demikian, kita pun diperintahkan untuk mengabarkan Injil. Perintah Yesus untuk hidup dan bekerja untuk kemuliaan Tuhan berlaku juga atas diri kita. Bagaimana dengan perintahNya untuk tidak membawa apa-apa dalam perjalanan, jangan membawa tongkat atau bekal, roti atau uang, atau dua helai baju? Kerap kali kita justru berbuat sebaliknya! Banyak orang Kristen dan bahkan hamba Tuhan di zaman ini yang dipengaruhi oleh kebutuhan untuk hidup enak sehingga mereka kurang bisa untuk sepenuhnya melaksanakan Amanat Agung Kristus yang seharusnya berlaku dalam setiap situasi dan kondisi. Juga karena gaya hidup yang lebih individualis, mereka kurang punya kesadaran untuk membantu mereka yang hidup dalam kekurangan.

Pagi ini kita diingatkan bahwa sebagai orang Kristen, kita wajib untuk mengabarkan Injil dan kasih Kristus melalui hidup kita; melalui apa yang kita kerjakan dan dalam setiap keadaan. Lebih dari itu kita harus menunjukkan iman yang bekerja, yaitu iman yang bisa dilihat masyarakat sebagai kenyataan, bahwa hidup kita adalah karena Kristus, dengan Kristus dan demi Kristus.

Marilah kabarkan Injil ke seluruh dunia! Kabar Baik dari Allah yang Esa:

Penebus dosa kita mencurahkan darahNya, yang memb’ri kes’lamatan manusia.

Kabarkan InjilNya ke seluruh dunia! Jangan takut dan jangan gentar.

Kabarkan InjilNya ke seluruh bangsa! Ingatlah Amanat AgungNya.

(NP 203)

Satu pemikiran pada “Iman yang bekerja

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s