Hidup berdedikasi

“Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar.” Lukas 16: 10

Di tahun-tahun yang telah silam, saya sering berlibur ke telaga Sarangan dekat Magetan di Jawa Timur bersama sanak keluarga. Dipinggir danau terdapat pasar sederhana dimana penduduk setempat menjual sayur-mayur dengan harga yang cukup murah. Produk yang segar itu berasal dari daerah pertanian disekitar kawasan ini. Bagi saya, berlari pagi memutari telaga Sarangan membawa kenikmatan tersendiri. Saya bisa melihat bahwa mereka yang hidup sederhana, terlihat mempunyai semangat hidup dan dedikasi yang besar. Mereka yang tinggal di kota besar atau negara maju, justru sering kehilangan motivasi hidup.

Semangat hidup, itulah yang sering kita inginkan ketika segala sesuatu terlihat membosankan dan tidak membawa kebahagiaan yang kita inginkan. Kebosanan juga datang ketika kita merasa bahwa orang-orang di sekitar kita tidak memberikan perhatian yang cukup atau penghargaan kepada kita. Keputusasaan bisa datang karena semua yang kita alami seakan sia-sia. Apa yang harus kita lakukan jika hidup ini terasa hampa?

Dalam ayat diatas terlihat bahwa nasihat praktis dari Yesus untuk menghadapi tantangan hidup sehari-hari ini adalah agar kita mempunyai kesetiaan. Kesetiaan dalam keadaan apapun untuk menggarap dan memelihara apapun yang kita punyai atau lakukan.

Memang logis jika orang setia dalam segala hal yang baik , hidupnya akan lebih tenteram. Juga, mereka yang dengan semangat menjalani hidup akan lebih mudah untuk merasa puas. Mereka yang sering mengeluh dalam hidup, nampaknya lebih sukar untuk merasa bahagia.

Dalam kenyataannya, walaupun kesetiaan dalam menjalankan tugas pekerjaan, sekolah, keluarga, negara, dan gereja bisa menghibur, seringkali manusia tetap merasakan bahwa kedamaian itu tidak ada dalam hidup. Pertanyaan yang sering muncul ialah: Apa arti semua ini? Untuk apa semua ini?

Pagi ini, jika kita bangun dengan rasa lesu dan berpikir-pikir bahwa hidup ini terasa membosankan dan melelahkan, biarlah kita diingatkan bahwa betapapun kecilnya peran kita dalam hidup ini, Tuhan mau memakai kita sebagai hambaNya yang setia untuk kemuliaanNya.

Kunci kebahagiaan adalah jika kita bisa mendedikasikan hidup kita kepada Tuhan dan bukan kepada manusia, dan dengan itu kita bisa melihat dan merasakan kebesaranNya. Kesetiaan dalam hal yang kecil akan membawa kesetiaan kepada Tuhan yang maha besar!

Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah. 1 Korintus 10: 31

3 pemikiran pada “Hidup berdedikasi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s