Siapakah yang harus kita kasihi?

“Karena firman: jangan berzinah, jangan membunuh, jangan mencuri, jangan mengingini dan firman lain manapun juga, sudah tersimpul dalam firman ini, yaitu: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri!” Roma 13: 9

Jika anda membaca koran hari ini, pasti anda bisa menemukan berbagai laporan tentang apa yang terjadi dalam masyarakat di berbagai tempat. Seringkali laporan semacam itu adalah kabar buruk yang terjadi pada diri seseorang yang disebabkan oleh tindakan orang lain, seperti penganiayaan, perampokan, penipuan, penistaan, pelecehan dan sejenisnya. Untuk sebagian pembaca, laporan yang sedemikian bukannya menyedihkan tetapi justru menarik perhatian, apalagi jika ditampilkan dengan bumbu sensasi.

Kita juga bisa melihat bahwa internet dan sosial media juga selalu dibanjiri dengan foto-foto yang tidak manusiawi. Mengapa ada orang-orang yang tertarik pada hal-hal semacam itu? Mengapa manusia seringkali kurang menghargai orang lain? Pertanyaan ini mungkin dilontarkan bukan saja terhadap pelaku kejahatan, tetapi juga kepada orang-orang yang kelihatannya gemar menonton orang lain yang mengalami masalah dan musibah. Seolah manusia tidak lagi mempunyai rasa hormat dan kasih kepada orang lain. Walaupun demikian, patutkah kita heran akan hal itu?

Sejak kapan manusia mempunyai rasa hormat dan kasih? Adam dan Hawa, maupun Kain dan Habel tidak mempunyainya. Adam dan Hawa mengabaikan perintah Allah yang menyebabkan seluruh umat manusia jatuh dalam dosa. Kain membunuh saudaranya, Habel, karena iri hati. Dan sejarah, sampai sekarang pun terlihat bahwa dunia ini penuh dengan kejahatan yang dilakukan manusia, termasuk mereka yang mengaku umat Kristen. Karena itu, semua orang sudah berdosa dari awalnya.

“Sesungguhnya, dalam kesalahan aku diperanakkan, dalam dosa aku dikandung ibuku. Mazmur 151: 5

Hanya melalui kasih Tuhan, manusia belajar untuk menghormati martabat dan hakiki orang lain. Hanya karena Allah yang sudah lebih dulu mengasihi kita, kita bisa belajar mengasihi dan menghormati orang lain. Hanya orang yang benar-benar sudah mengalami kasih Allah, bisa menunjukkan kasih untuk orang lain dalam setiap keadaan.

Pagi ini, jika kita bangun dan pikiran dan mata kita mulai dibombardir dengan berita-berita buruk, biarlah kita ingat bahwa segala kebencian, kemarahan dan kejahatan kepada sesama kita adalah dosa adanya. Walaupun bukan kita yang melakukan hal-hal itu, tidak sepatutnya kita membiarkan hati dan pikiran kita mengalami kehilangan kepekaan atas penderitaan orang lain. Mungkin kita tidak menyenangi apa yang dilakukan orang lain dan bahkan membenci cara hidup mereka, tetapi itu tidak memberi alasan untuk membenci mereka atau mensyukuri penderitaan yang mereka alami.

Ayat diatas menunjukkan bahwa segala hal yang jahat, yang tidak patut dikerjakan kepada sesama kita, adalah dosa yang harus dihindari. Tetapi semua perintah itu bisa diringkas dalam satu perintah untuk menunjukkan kasih. Jika kita melakukan hal-hal yang jahat kepada sesama kita, kita tidak mempunyai kasih yang sudah ditunjukkan Allah kepada semua orang, dan kita mungkin belum menyadari betapa besarnya kasih Allah kepada kita.

“Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” Yohanes 3: 16

3 pemikiran pada “Siapakah yang harus kita kasihi?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s