Adakah yang peduli?

“Ketika Yesus mendarat, Ia melihat orang banyak yang besar jumlahnya, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka dan Ia menyembuhkan mereka yang sakit.” Matius 14: 14

Dalam hidup di dunia, manusia dimanapun pernah mengalami persoalan dan penderitaan, entah itu kecil maupun besar. Bagi mereka yang beriman, berdoa kepada Tuhan untuk memohon pertolongan adalah hal yang biasa. Memohon belas kasihan Tuhan agar Ia mau menolong kita adalah sepatutnya kita lakukan kapan saja, asal kita percaya bahwa Tuhan tahu apa yang terbaik untuk kita. Walaupun demikian, dalam doa-doa pribadi agaknya orang sering lupa berdoa syafaat untuk masyarakat di sekelilingnya.

Syafaat dapat diterjemahkan dalam bahasa Inggris sebagai kata “intercession” yang berarti berdiri di antara dua orang. Pendoa syafaat adalah orang beriman yang datang berdoa di hadapan Tuhan untuk mewakili orang lain, sebagai perantara bagi mereka yang jauh dari Tuhan atau tidak mengenal Tuhan.

Yesus adalah perantara antara manusia yang berdosa dan Allah yang maha suci (Ibrani 7: 25). Alkitab mencatat bahwa Yesus berdoa syafaat untuk semua pengikutNya sebelum Ia disalibkan (Yohanes 17).

“Aku tidak meminta, supaya Engkau mengambil mereka dari dunia, tetapi supaya Engkau melindungi mereka dari pada yang jahat.” Yohanes 17: 15

Mengapa Yesus berdoa syafaat untuk orang banyak? Mengapa Yesus mengajarkan kita untuk berdoa syafaat? Doa syafaat Yesus menunjukkan sedikitnya dua hal: bahwa Ia mengasihi semua orang, dan bahwa Ia mau menyelamatkan mereka yang percaya. Yesus peduli atas keadaan dan kebutuhan manusia, baik kebutuhan rohani maupun jasmani.

Memang selama Yesus hidup di dunia, berkali-kali hatiNya tergerak ketika Ia melihat manusia yang mengalami masalah dan penderitaan, dan dalam semua itu Ia selalu mau memberikan perhatian dan pertolongan, karena Ia berbelas kasihan kepada semua orang. Selain menyembuhkan banyak orang sakit, Ia memberi makan lima ribu orang hanya dengan memakai lima ketul roti dan dua ikan (Matius 14: 15-21).

Karena Yesus sudah secara khusus mau berdoa syafaat untuk semua umatNya, kita yakin bahwa Ia juga mengasihi kita dan segenap keluarga dan teman-teman yang kita kasihi. Karena itu, jika kita berdoa syafaat, kita mengabarkan kebesaran dan kasih Tuhan itu kepada seisi dunia dan mau membagikannya kepada sesama kita.

Pagi ini kita sadar bahwa Yesus sudah tidak di dunia lagi. Tetapi kita tahu bahwa Ia benar-benar mengasihi seisi dunia ini dan mau menolong umatNya baik dalam hal rohani maupun jasmani. Karena kasihNya, Yesus memberi kita Roh Kudus yang bisa berdoa syafaat untuk kita ketika ada masalah dan penderitaan yang tidak terucapkan. Roh Kudus jugalah yang menggerakkan kita untuk berdoa bagi orang-orang di sekitar kita. Yesus peduli atas hidup kita dan karena itu kita juga harus peduli atas hidup orang lain!

4 pemikiran pada “Adakah yang peduli?

  1. Teladan Yesus itu sdh jlas baik adanya. Mslhnya, mnusia sja yg sllu abai utk peduli pd org lain. Berdoa syafaat bg org lain sprtinya sepele, tp itu bkn hal yg gampang utk dilakukan trnyta, aplgi beragama hnya sebatas di bibir,😂

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s