Pentingnya berbagi pengalaman

“Tetapi waspadalah dan berhati-hatilah, supaya jangan engkau melupakan hal-hal yang dilihat oleh matamu sendiri itu, dan supaya jangan semuanya itu hilang dari ingatanmu seumur hidupmu. Beritahukanlah kepada anak-anakmu dan kepada cucu cicitmu semuanya itu.” Ulangan 4: 9

Dalam sejarah bani Israel, Tuhan berkali-kali mengingatkan mereka untuk tidak melupakan Allah yang sudah membawa mereka keluar dari tanah Mesir. Dalam ayat di atas, kembali Allah berfirman agar umatNya untuk berhati-hati agar tidak sampai lupa akan apa yang mereka lihat dan alami selama mereka hidup dalam bimbingan Allah, dan untuk menceritakan penyertaanNya kepada semua keturunan mereka. Karena itu sampai sekarang pun, orang Israel masih mempunyai kebiasaan untuk membaca dan merenungkan apa yang terjadi pada saat nenek moyang mereka mengembara di padang gurun.

Apakah mungkin untuk orang Israel untuk melupakan kebesaran Allah? Tentu! Berkali-kali mereka meragukan bahwa Allah itu maha kuasa, maha tahu, maha suci, dan maha kasih, dan berkali-kali juga mereka diperingatkan, dihajar dan dihukum Allah. Tetapi, karena sebagai manusia mereka lemah, tetap saja mereka cenderung untuk meragukan dan melupakan Allah mereka pada saat-saat kritis.

Sebagai umat Kristen kita juga tidak jauh berbeda dari umat Israel. Dalam keadaan tenang kita mungkin merasa bahwa Tuhan itu beserta kita dan kita merasa bersyukur atas kasihNya. Tetapi, jika badai kehidupan datang, seringkali iman kita diuji dan kita mulai ragu akan kasih dan kuasaNya. Kita mungkin lupa bahwa di saat yang telah lalu, kita juga pernah mengalami pengalaman yang serupa, dan kita bisa melaluinya hanya karena bimbingan Tuhan.

Ayat diatas yang ditujukan kepada bani Israel, juga berlaku untuk kita di zaman ini. Ayat itu memperingatkan agar kita tidak pernah melupakan pengalaman kita dalam berjuang dalam hidup di sisi Tuhan. Juga kita diingatkan untuk membagikan pengalaman kita kepada semua sanak kita, agar mereka tahu apa yang terjadi dalam hidup kita, dan bagaimana Tuhan menyertai kita dan akan menyertai mereka juga.

Pagi ini, pertanyaan untuk kita adalah apakah kita masih ingat atas kejadian yang telah lalu dimana Tuhan menunjukkan kuasa dan kasihNya. Sudahkah kita membagikan pengalaman kita kepada keluarga, sanak dan teman kita? Ada saat dimana kita lupa akan kebesaran Tuhan, tetapi jika mereka tahu akan hal itu dan juga pernah mengalami kemurahan Tuhan dalam hidup mereka, mereka dapat mengingatkan kita kembali akan kasih dan kuasa Tuhan.

Manusia cenderung untuk lupa jika apa yang terjadi tidak tertulis, tetapi apa yang tertulis diatas kertas juga tidak bertahan lama. Apa yang tidak mudah dilupakan adalah pengalaman dan kejadian yang tertulis dalam hati umat Tuhan. Biarlah kita dan keluarga kita selalu ingat akan kebesaran Tuhan tetap memuji Dia dalam setiap keadaan!

“Pujilah TUHAN, hai jiwaku,dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya!” Mazmur 103: 2

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s