Kristus itu cukup bagiku

“Tidakkah aku bebas mempergunakan milikku menurut kehendak hatiku? Atau iri hatikah engkau, karena aku murah hati?” Matius 20: 15

Perumpamaan tentang orang-orang upahan di kebun anggur dalam Matius 20 adalah salah satu perumpamaan Yesus yang tidak terlalu kompleks tetapi sering menimbulkan tanda tanya: Apakah Tuhan itu semena-mena dan tidak etis?

Dalam perumpamaan itu digambarkan adanya seorang pemilik kebun anggur yang mengupah beberapa orang untuk memetik anggur. Kepada mereka yang datang paling pagi, ia membayar sedinar untuk tiap orang sesuai dengan perjanjian, tetapi kepada mereka yang datang belakanganpun, si empunya kebun juga membayar sedinar kepada tiap orang. Hal ini membuat mereka yang bekerja sejak pagi menjadi marah. Padahal, pemilik kebun anggur sudah bermurah hati dengan memberi pekerjaan kepada mereka yang sebelumnya menantikan kesempatan untuk bekerja. Kepada mereka yang memprotes keputusannya, si pemilik kebun berkata bahwa adalah haknya untuk membayar upah sesuai dengan kehendaknya. Apakah si pemilik kebun itu adil dan baik hati, ataukah ia tidak adil dan semena-mena?

Salah satu tafsiran arti perumpamaan ini adalah bersangkutan dengan hidup di surga. Si pemilik kebun itu tidak bisa lain adalah Tuhan yang berhak untuk memberi karunia keselamatan yang sama kepada setiap orang yang bertobat. Baik mereka yang sudah lama bertobat atau baru saja mengenal Kristus, semua diterima Tuhan dengan tangan terbuka. Bahkan, baik orang Israel maupun bukan Israel akan menerima mahkota keselamatan yang sama. Karena kasihNya, Tuhan memberikan keselamatan kepada siapa saja yang menyadari kebutuhannya akan keselamatan. Ia berbelas kasihan kepada mereka yang tidak menentu masa depannya. Manusia yang sebenarnya tidak layak, menerima karunia hidup yang terbesar dalam Yesus Kristus.

Walaupun demikian, rasa kurang puas mungkin muncul jika perumpamaan ini dikaitkan dengan hal kerajaan Tuhan di bumi. Seringkali dalam hidup manusia kecewa karena Tuhan seolah kurang mengasihinya karena berkat Tuhan yang dirasa kurang jika dibandingkan dengan orang lain. Apalagi, seperti nabi Yunus yang merasa bahwa orang-orang disekitarnya adalah orang yang patut dihukum, orang Kristen bisa merasa bahwa Tuhan itu kurang adil karena Tuhan seolah tidak mengistimewakan dirinya. Padahal, seperti pemilik kebun anggur itu, Tuhan sudah memilih manusia dari kehinaanNya untuk menjadi anak-anakNya.

Pagi ini, marilah kita menyadari bahwa Tuhan selalu mempunyai rencana-rencana yang besar yang sulit kita mengerti. Tetapi untuk setiap anakNya, Tuhan mempunyai rencana yang khusus. Seperti pemilik kebun anggur yang memberi sedinar untuk biaya hidup sehari kepada setiap orang upahan, Ia memberikan berkatNya sesuai dengan apa yang kita butuhkan, bukan apa yang kita inginkan. Seperti orang upahan itu, kita pun harus mau bekerja untuk memuliakan namaNya setiap hari dan merasa cukup dengan segala yang diberikanNya.

Tuhan sudah bermurah hati dengan menganugerahkan keselamatan sekalipun kita tidak layak untuk hal itu. Anugerah keselamatan dalam Kristus itu adalah cukup bagi kita. Christ is enough for me.

Tetapi jawab Tuhan kepadaku: “Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.” Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku.” 2 Korintus 12: 9

Satu pemikiran pada “Kristus itu cukup bagiku

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s