Semua sama di hadapan Tuhan

“Saudara-saudaraku, sebagai orang yang beriman kepada Yesus Kristus, Tuhan kita yang mulia, janganlah iman itu kamu amalkan dengan memandang muka.” Yakobus 2: 1

Apakah anda mendukung prinsip egalitarian dalam hidup bermasyarakat? Menurut Wikipedia, Egalitarianisme (berasal dari bahasa Perancis égal yang berarti “sama”), adalah cara berpikir bahwa seseorang harus diperlakukan dan mendapatkan perlakuan yang sama pada dimensi seperti agama, politik, ekonomi, sosial, atau budaya.

Dalam kenyataan hidup sehari-hari kita bisa melihat bahwa tiap orang menerapkan prinsip egalitarian yang berbeda. Bahkan tiap negara atau kelompok masyarakat mempunyai hukum dan adat istiadat yang berlainan dalam hal perlakuan terhadap sesama manusia. Perbedaan perlakuan terhadap mereka yang berkuasa, berharta, berposisi dan ternama sering terjadi, dan sebaliknya mereka yang dipandang sebagai mahluk yang lemah dan kurang mampu seringkali kurang diperhatikan. Kehidupan dalam rumah tangga pun adakalanya tidak menunjukkan prinsip egalitarian antara anggota keluarga dimana hak dan kewajiban seharusnya dibagi dengan adil sekalipun tiap anggota keluarga mempunyai fungsi yang berbeda.

Ajaran Kristen seringkali membuat manusia bingung karena kata “tunduk” dan “hormat” muncul di beberapa tempat dalam Alkitab. Tunduk kepada suami, orang tua, majikan dan penguasa memang diperintahkan Tuhan, agar tiap-tiap orang bisa menghormati fungsi masing-masing dalam kehidupan yang sudah ditentukan Tuhan. Tetapi ini tidak berarti bahwa ada orang-orang yang lebih tinggi derajatnya dihadapan Tuhan. Jika Tuhan dipakai sebagai tolok ukur, semua manusia adalah sama. Hanya Tuhan yang patut kita puja dan sembah.

“Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah” Roma 3: 23

Mengapa ada orang-orang yang merasa dirinya lebih tinggi atau lebih rendah dari orang lain? Jelas bahwa perasaan semacam itu tidak Alkitabiah, segala sesuatu yang membedakan derajat manusia pada hakikatnya bertentangan dengan kehendak Tuhan. Yesus sendiri justru pernah berkata bahwa Ia datang untuk orang yang tersudut.

“Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang.” Lukas 4: 18-19

Pagi ini, fiman Tuhan mengingatkan kita bahwa sebagai umat Kristen kita harus bersyukur bahwa Tuhan mau menerima kita sebagaimana adanya untuk dapat memperoleh anugerah keselamatan. Seperti Dia yang tidak membeda-bedakan manusia, kita pun terpanggil untuk mengasihi dan menghargai semua orang disekitar kita. Sebagai anak Tuhan kita juga harus percaya bahwa kita mempunyai hak dan kewajiban yang sama di hadapan Tuhan, yaitu untuk bisa berdoa memohon bimbinganNya dan melaksanakan perintahNya.

“Karena kamu semua, yang dibaptis dalam Kristus, telah mengenakan Kristus. Dalam hal ini tidak ada orang Yahudi atau orang Yunani, tidak ada hamba atau orang merdeka, tidak ada laki-laki atau perempuan, karena kamu semua adalah satu di dalam Kristus Yesus.” Galatia 3: 27-28

Satu pemikiran pada “Semua sama di hadapan Tuhan

  1. Yap, manusia secara derajat sama, sama2 dicipta mnurut peta delapan Allah, tp secara fungsi dan peran jlas berbeda, krn itu dlm tatanan kehidupan ada hal2 yg memang seolah ada yg lbh tinggi, anak hrs format pd ortu, istri hrus tunduk pd suami tp sbaliknya yg lbh tua, suami hrus mngasihi istri, sprti Kristus mngasihi greja. Ordo atau susunannya jngan dibalik.

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s