Siapakah Yudas itu?

Maka kata Yesus kepadanya: “Hai Yudas, engkau menyerahkan Anak Manusia dengan ciuman?” Lukas 22: 48

Keempat kitab Injil menulis bahwa Yudas adalah seorang pengkhianat. Karena itu tidak ada orang yang mau memakai nama Yudas. Nama Yudas sebenarnya adalah nama Yahudi yang umum dan berarti “Tuhan dimuliakan”. Jadi, nama Yudas itu adalah baik artinya. Dari nama keluarga Iskariot, dapat diduga bahwa Yudas adalah satu-satunya murid Yesus yang bukan dari Galilea.

Berbeda dengan arti namanya, Yudas adalah orang yang tidak jujur. Yudas adalah seorang bendahara diantara murid Yesus yang sering mencuri uang kas (Yohanes 12: 6). Bagaimana Yesus mau memilih orang yang tidak jujur untuk menjadi salah satu muridNya adalah sesuatu yang tidak dapat sepenuhnya kita mengerti, tetapi sudah tentu itu adalah apa yang dikehendaki Allah untuk menggenapi maksud tujuanNya.

Memang mudah bagi kita untuk melihat kejelekan Yudas. Tetapi kita mungkin lupa bahwa kita pun dipilih Tuhan juga sebagai orang yang tidak pantas untuk menjadi muridNya. Mengapa Tuhan memilih orang seperti kita sebagai orang yang diselamatkan tentu juga sulit dimengerti, tetapi sudah pasti untuk menggenapi maksud tujuanNya, yaitu untuk memuliakan Dia, Tuhan yang maha kuasa.

Sebagai murid Yesus yang tidak baik, Yudas bukan saja tidak jujur, tetapi ia juga mementingkan diri sendiri dan mengikut Yesus dengan harapan agar Yesus pada suatu saat akan menjadi raja Israel yang berkuasa, kaya dan jaya. Dengan itu ia berharap untuk bisa hidup dalam kenyamanan. Yudas adalah seperti orang Kristen yang mengikut Yesus tetapi sering mendahulukan kepentingan pribadi dan selalu mengharapkan kenyamanan hidup di dunia.

Apakah kita tidak pernah merasakan bahwa hidup kita di dunia ini adalah sesuatu yang sering kita prioritaskan? Apakah kita tidak pernah melakukan hal-hal yang tidak baik untuk mencapai kesuksesan? Apakah sering kita mengabaikan panggilan Tuhan untuk menjadi muridNya yang taat? Bukankah orang disekitar kita tidak tahu apa yang sebenarnya ada dalam hati dan pikiran kita?

Pagi ini kita diingatkan firman Tuhan bahwa seringkali kita berpura-pura untuk menjadi pengikut Tuhan, hanya untuk kemudian mengikuti pikiran dan kemauan kita sendiri. Seperti Yudas, kita dihadapkan kepada pilihan untuk mengikut Yesus atau “menjual” Yesus demi kebahagiaan duniawi. Yudas membuat kekeliruan hidup dan mengakhiri hidupnya dengan kekeliruan yang lebih besar. Kita mungkin sudah membuat banyak kekeliruan seperti Yudas, tetapi masih punya kesempatan untuk memperbaikinya selama kita hidup di dunia.

Mungkin kita saat ini masih hidup seperti Yudas: tidak taat, sesat, menjadi hamba berbagai-bagai nafsu dan keinginan, hidup dalam kejahatan dan kedengkian, keji, saling membenci (Titus 3: 3). Tetapi karena kemurahan Allah, Yesus mau mati untuk menebus dosa kita. Dia sudah menyelamatkan kita, dan karena itu kita harus mau berubah dari hidup kita yang lama!

2 pemikiran pada “Siapakah Yudas itu?

  1. Renungan yg sngat reflektif.
    Memang sulit memahami pemilihan Yudas oleh Yesus, mungkin jg itu sebgai cara dan peringatan utk sgla zaman, khususnya pndeta, bhwa kalau suatu saat ada murid yg nyeleweng jngan trllu sedih, Yesus pun prnh dikhianati. Jd ini bs jd smcam hiburan gitu, 😂

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s