Andaikan aku orang kaya

“Peringatkanlah kepada orang-orang kaya di dunia ini agar mereka jangan tinggi hati dan jangan berharap pada sesuatu yang tak tentu seperti kekayaan, melainkan pada Allah yang dalam kekayaan-Nya memberikan kepada kita segala sesuatu untuk dinikmati.” 1 Timotius 6: 17

Kalau saja aku kaya, aku akan membeli mobil sport warna merah, rumah besar yang mewah dan mungkin juga sebuah kapal pesiar yang indah. Begitu mungkin impian seseorang yang percaya bahwa dengan kekayaan ia bisa membeli apa saja.

Memang adanya uang itu perlu untuk hidup di dunia, dan semakin banyak uang kita, daya beli kita pun meningkat sehingga kita bisa membeli barang- barang yang kita inginkan tanpa perlu berpikir panjang. Walaupun demikian, mereka yang kaya sebenarnya belum tentu bebas dari kekuatiran. Malahan banyak orang kaya yang merasa takut kalau-kalau suatu saat uangnya habis karena bisnis yang mundur atau karena hal-hal lain.

Semakin besar kekayaan seseorang, biasanya semakin besar ketergantungannya kepada hartanya. Karena itu Yesus pernah berkata bahwa tidak mudah bagi seorang yang kaya untuk masuk ke surga.

“Lebih mudah seekor unta melewati lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah.” Markus 10: 25

Yesus bukannya anti orang kaya. Tetapi Dia anti orang yang terikat kepada kekayaannya, karena orang yang sedemikian biasanya mendewakan harta. Harta bisa dianggap lebih penting dari Tuhan. Mereka yang hanya hidup untuk mencari kekayaan, sudah tentu tidak punya waktu untuk Tuhan. Orang sedemikian akhirnya bisa kehilangan kesempatan untuk ke surga (Matius 16: 26).

Rasul Paulus dalam suratnya kepada Timotius menulis apa yang senada dengan nasihat Yesus agar mereka yang kaya di dunia ini jangan tinggi hati dan jangan menggantungkan harapan pada kekayaan, melainkan bergantung pada Tuhan yang sudah memberikan segala sesuatu. Tuhan adalah Allah satu-satunya.

Pagi ini, marilah kita merenungkan kembali apa yang ditulis Rasul Paulus sambil membayangkan apa yang kita lakukan seandainya kita kaya. Tidak hanya kaya harta, tetapi mungkin juga pengetahuan, kesehatan, kecantikan, kuasa, kenyamanan atau kemasyhuran. Mungkinkah hati kita tidak terpengaruh akan hal-hal itu? Bisakah kita tetap rendah hati dan menempatkan Allah sebagai Tuhan yang patut kita utamakan dan sembah?

Tidaklah patut jika kita dalam hidup ini melupakan sumber kehidupan kita. Karena Dialah Allah yang maha kasih yang sudah memberikan segala apa yang baik kepada umatNya. Malahan, karunia terbesar yaitu Yesus juga datang dari Allah untuk menebus dosa kita di kayu salib. Bagi Dialah segala kemuliaan dan hormat untuk selama-lamanya!

Satu pemikiran pada “Andaikan aku orang kaya

  1. Yg Anda tulis bnar skli. Kecenderungan manusia itu klau sdah kaya sngat brgantung bnget pd kekayaannya, harta bs menjadi smcam berhala baginya.

    Trmksh atas renungannya pak Andreas. Sangat mengingatkan dan memberkati skli.

    Soli Deo Gloria

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s