Apakah yang kau cari?

“Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah.” Kolose 3: 1

Sebagai mahluk sosial, manusia membutuhkan orang lain dalam hidupnya. Baik itu sanak sudara, teman maupun kolega, mereka kita butuhkan dalam hidup sehari-hari untuk berkomunikasi dan berinteraksi. Tanpa orang-orang disekitar kita, hidup kita bisa menjadi sepi atau merana.

Ada banyak contoh dimana orang terpaksa atau dipaksa hidup menyendiri selama bertahun-tahun. Di penjara, mungkin ada tempat khusus untuk menyekap orang-orang yang dianggap berbahaya, solitary confinement, dimana sang narapidana hanya menghadapi empat sisi tembok dan kegelapan setiap hari. Di alam bebas, ada juga orang yang menyekap diri dalam rumah atau kamar karena tidak mempunyai orang-orang yang bisa diajak berteman. Kebanyakan orang-orang yang hidup sedemikian lambat laun menjadi gila atau mengalami depresi berat.

Manusia merindukan adanya orang lain, membutuhkan apresiasi dan atensi sesama, dan karena itu sering berusaha sekuat tenaga agar orang disekitarnya bisa memberikan apa yang dibutuhkannya. Melalui hubungan suami- istri, persahabatan, kegiatan bisnis, sosial dan sebagainya, manusia menikmati adanya kepuasan tersendiri karena adanya perhatian yang diberikan orang-orang disekitarnya. Dan jika situasi dan kondisi hidup berubah, manusia berusaha mengobati kesepiannya dengan mencoba berbagai kegiatan baru. Mereka yang baru pensiun misalnya, bisa mengalami retirement syndrome atau post-power sydrome dan karena itu berusaha mencari aktifitas sosial yang baru. Sayang, seringkali kegiatan baru itu, baik makan-minum, pesta-pora ataupun hal-hal yang lain, justru bisa menambah kesepian hidupnya.

Apa yang mereka cari adalah kebahagiaan sejati, yang sebenarnya tidak pernah dipunyai sebelumnya. Kegiatan-kegiatan yang dipunyai disaat yang telah lalu memang bisa membuai mereka, seperti obat bius yang membuat mereka lupa bahwa semua itu adalah bagian hidup lama kita yang sudah seharusnya disalibkan.

Pagi ini ayat diatas mengingatkan kita bahwa kita harus selalu mengutamakan hubungan kita dengan Tuhan, supaya kita selalu merasa kuat dalam iman sebagai orang yang sudah bangkit bersama Kristus. Memang mungkin ada saat-saat dalam hidup dimana kita akan merasa kesepian dalam hidup kita. Apalagi jika usia mulai menanjak, dan orang-orang yang dulu dekat kita, satu persatu menghilang dari pandangan mata. Tetapi, jika kita selalu memusatkan hidup kita kepada Kristus, kita akan selalu merasakan bahwa Ia beserta kita dalam keadaan apapun.

“Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi. Sebab kamu telah mati dan hidupmu tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah.” Kolose 3: 2-3

Satu pemikiran pada “Apakah yang kau cari?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s