Hal menagih janji Tuhan

“Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu.” Yesaya 55: 9

Masa kecil adalah masa dimana seorang anak hidup bergantung kepada orang tuanya. Bagi kebanyakan orang, ingatan yang terkadang muncul tentang masa kecil bisa merupakan nostalgia yang indah, saat dimana orang tua terasa mengasihi dan mencukupi kebutuhan anaknya.

Pada saat-saat tertentu, orang tua mungkin menjanjikan sesuatu kepada sang anak. Jika janji itu kemudian tidak kunjung tiba, sang anak mungkin mengingatkan orang tuanya, alias menagih janji. Kadang, jawaban atas tagihan anak adalah sesuatu yang positif, tetapi seringkali juga dijawab lagi dengan kata “besok”. Seperti banyak anak yang lain, terkadang sulit bagi seorang anak dalam keterbatasan pengertiannya, untuk menerima penundaan pelaksanaan janji orang tuanya. Tetapi, bagaimanapun juga seorang anak harus bisa menerima kenyataan, bahwa hidupnya bergantung kepada orang tuanya.

Hidup orang Kristen juga bisa dibayangkan sebagai hidup anak-anak Tuhan yang sepenuhnya bergantung kepada Bapa yang di surga. Berbeda dengan orang tua di dunia, Sang Bapa adalah Tuhan yang maha kuasa dan maha kaya. Karena itu orang Kristen percaya bahwa tidak ada apapun yang tidak bisa dilakukanNya untuk anak-anakNya. Tuhan pasti menolong mereka yang membutuhkan apa saja, begitu pikiran mereka yang memegang janji-janji Tuhan dalam Alkitab.

“TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku. Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau.” Mazmur 23: 1- 2

Mereka yang berpegang pada janji-janji Tuhan, seringkali melupakan atau mengabaikan adanya janji yang bersifat umum (untuk semua orang Kristen) dan janji khusus kepada orang tertentu. Mereka juga sering tidak menyadari bahwa Bapa kita di surga adalah Tuhan yang maha bijaksana, berbeda dengan orang tua kita di dunia.

Memang dalam kehidupan di dunia, anak-anak Tuhan selalu dibimbing dan dilindungiNya. Tuhan tahu apa yang terbaik untuk anak-anakNya, dan karena itu kita tidak perlu “merengek-rengek” kepadaNya. Tuhan tahu apa kebutuhan kita, sebelum kita memintanya.

“Lagipula dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah. Mereka menyangka bahwa karena banyaknya kata-kata doanya akan dikabulkan. Jadi janganlah kamu seperti mereka, karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya.” Matius 6: 7 – 8

Tuhan tahu apa yang kita perlukan. Tetapi apa yang kita perlukan belum tentu sama dengan apa yang kita inginkan. Apa yang diinginkan oleh banyak orang Kristen seringkali adalah kesuksesan, kekayaan, kesehatan atau kenyamanan hidup. Padahal, kesuksesan, kekayaan, kesehatan ataupun kenyamanan hidup justru bisa menjadi sesuatu yang bisa menjauhkan kita dari Tuhan.

Memang, dalam mengejar keinginan duniawi, orang bisa lupa bahwa keselamatan jiwa adalah lebih penting dari segala macam kekayaan, dan mungkin juga tidak menyadari bahwa tujuan Yesus datang ke dunia adalah untuk menyelamatkan jiwa manusia.

“Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia membinasakan atau merugikan dirinya sendiri?” Lukas 9: 25

Di zaman modern ini, segala cara mungkin bisa diperbuat manusia untuk “menagih” janji Tuhan. Bukan saja dengan doa yang bertele-tele, tetapi juga dengan doa-doa dan lagu-lagu yang menuntut agar Tuhan memberikan apa saja yang diingini. Sebagian mungkin dengan menyuarakan permintaan dengan suara lantang yang mengingatkan bahwa Tuhan mempunyai janji -janji kepada mereka. Itu yang disebut positive confessions atau positive affirmations, yang sepertinya adalah tindakan mengamini janji Tuhan, tetapi sebenarnya tidak lain adalah tindakan menagih apa yang pernah dijanjikan Tuhan kepada siapapun, dimanapun dan kapanpun, tanpa melihat konteksnya.

Memang ada orang Kristen yang merasa bahwa Tuhan adalah seperti orang tua kita di dunia, yang terkadang lupa atau tidak sadar akan kebutuhan anaknya, dan karena itu perlu diingatkan terus-terusan. Ada juga yang merasa bahwa jika Tuhan tidak memenuhi tuntutan mereka, mungkin itu disebabkan karena mereka kurang beriman atau kurang sungguh-sungguh dalam berdoa. Tetapi, semua anggapan diatas adalah keliru karena Tuhan adalah Tuhan yang maha kuasa dan maha bijaksana. Tuhan mempunyai rancangan-rancangan yang tidak dapat kita mengerti. Tuhan tidak pernah lupa atau membuang-buang waktu.

Pagi ini kita harus sadar bahwa Tuhan tahu apa yang kita butuhkan dan Ia mempunyai rencana khusus untuk setiap anakNya. Kita tidak dapat menagih janji Tuhan, tetapi harus yakin bahwa sebagai Tuhan yang maha kasih, Ia tahu apa yang terbaik untuk kita. Kita berhutang besar kepada Tuhan atas keselamatan yang diberikanNya, tetapi Tuhan yang maha kuasa tidak berhutang sepeser pun kepada kita.

“O, alangkah dalamnya kekayaan, hikmat dan pengetahuan Allah! Sungguh tak terselidiki keputusan-keputusan-Nya dan sungguh tak terselami jalan-jalan-Nya! Sebab, siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan? Atau siapakah yang pernah menjadi penasihat-Nya? Atau siapakah yang pernah memberikan sesuatu kepada-Nya, sehingga Ia harus menggantikannya?” Roma 11: 33 – 35

Satu pemikiran pada “Hal menagih janji Tuhan

  1. Mntap skli. Sngat fair ulasannya.

    Btul, Tuhan gak prnah utang pd kita, so ngapain nagih jnjiNya…gak ditagih aj Tuhan tahu ap yg hrs dilakukan. Tp itulah manusia, orientasinya cenderung duniawi trus..

    Marilah kita bersyukur sllu atas sgla kbaikan dan anugerahNya. Tuhan sungguh agung.

    Have a nice day, Pak Andreas…slam dari Indonesia utk Anda di negeri kangguru.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s