Akal sehat yang bagaimana?

“Hai anakku, janganlah pertimbangan dan kebijaksanaan itu menjauh dari matamu, peliharalah itu, maka itu akan menjadi kehidupan bagi jiwamu, dan perhiasan bagi lehermu.” Amsal 3: 21 – 22

AKAL sehat adalah terjemahan kontekstual dari common sense. Apa itu akal sehat? Harfiahnya menunjuk pada arti pemahaman yang dibuat oleh akal orang kebanyakan tanpa banyak-banyak berpikir rumit-rumit atau merenung-renung. Sesuatu yang seharusnya ada pada setiap orang (common). Dengan demikian, akal sehat mungkin adalah pikiran atau tindakan yang dianggap umum atau biasa oleh kebanyakan orang.

Dalam kenyataannya, tidak semua orang mempunyai akal sehat dan mereka yang memilikinya pun belum tentu bisa memakainya pada segala situasi dan waktu. Karena itu, ada kalanya mereka yang biasanya bisa mengambil keputusan dengan “kepala dingin”, terkadang membuat kekeliruan yang “tidak masuk di akal”.

Dalam pandangan Kristen, akal sehat adalah karunia Tuhan yang harus dipelihara dan digunakan agar bisa bertumbuh dengan baik dalam hidup manusia. Mereka yang mempunyai akal sehat adalah orang-orang yang mempunyai kebijaksanaan untuk melakukan tindakan yang benar pada saat yang tepat. Sudah tentu, tindakan yang sedemikian tidak boleh bertentangan dengan perintah Tuhan.

Kebijaksanaan seperti itu memungkinkan kita untuk melihat hidup ini sebagaimana Tuhan melihatnya. Ini hanya mungkin jika kita mempunyai hubungan yang baik dengan Dia, dan selalu mencari kehendakNya. Jika kita menggunakan akal sehat yang datang dari Tuhan, kita akan selalu mempertimbangkan makna perbuatan yang akan kita lakukan untuk Tuhan dan sesama, dan bukannya untuk kepentingan diri sendiri.

Apa yang bisa membuat akal sehat tidak bekerja? Biasanya, keinginan untuk mendapat hasil dengan cepat membuat orang bertindak bodoh, yang tidak masuk diakal, dan yang merugikan Tuhan dan sesama. Karena itu, banyak orang yang sering mengambil keputusan dengan gegabah akhirnya mengalami berbagai persoalan dan masalah, dalam hubungan mereka dengan masyarakat dan maupun hukum.

Setiap orang pernah membuat kekeliruan, tetapi perbedaan antara mereka yang bijaksana dan mereka yang bodoh adalah kemauan untuk belajar dari pengalaman. Mereka yang bijak selalu mau mengakui apa yang salah dan mohon pengampunan dari Tuhan, dan juga selalu meminta tambahan kebijaksanaan dari Tuhan. Sebaliknya, mereka yang bodoh selalu merasa bahwa apapun yang mereka perbuat selalu dapat dibenarkan. Karena itu mereka tidak bisa bertumbuh dalam pemakaian akal sehat. Biarlah kita selalu memakai akal sehat kita dengan bersandar pada firmanNya!

“Karena Tuhanlah yang akan menjadi sandaranmu, dan akan menghindarkan kakimu dari jerat.” Amsal 3: 26

Satu pemikiran pada “Akal sehat yang bagaimana?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s