Harus makin cerdik

“Orang cerdik bertindak dengan pengetahuan, tetapi orang bebal membeberkan kebodohan.” Amsal 13: 16

Salah satu meme yang lucu dan menarik perhatian saya baru-baru ini adalah “We live in the era of smart phones and stupid people” yang berarti “Kita hidup di zaman ponsel cerdas dan orang bodoh”. Betapa tepat dan akuratnya apa yang diutarakan meme ini!

Di zaman ini, memang mereka yang memiliki ponsel menerima banyak berita setiap hari, entah itu dari teman, atau pun dari orang lain yang berisi cuplikan berita, foto atau film yang kebenarannya seharusnya diragukan. Tetapi, seringkali berita tentang politik, kesehatan, ekonomi, dan bahkan hal mengikut Tuhan itu diteruskan dari orang yang satu ke orang lain tanpa disimak konteksnya atau hal benar salahnya. Semua orang agaknya menggemari aktivitas “share” dalam sosial media.

Bagi sebagian orang, menerima dan menyampaikan sesuatu ke orang lain hanyalah sekedar tindakan otomatis tanpa dipikir. Tetapi, hal sedemikian tentunya tidak dapat dibenarkan, sekalipun tidak bermaksud buruk. Bukan saja membagi berita palsu (fake news) itu membuang waktu, kegiatan itu sebenarnya adalah bertentangan dengan firman Tuhan yang menyatakan bahwa kita harus melakukan apa yang betul-betul baik dalam hidup kita dan bukan sekedar ikut-ikutan saja. Lebih-lebih lagi, informasi yang keliru bisa saja membahayakan atau menyulitkan orang lain.

Mungkin ada orang yang berkukuh bahwa apa yang mereka sampaikan mungkin bisa berguna untuk orang lain, atau setidaknya bisa membuat orang tertawa geli. Tetapi, sebagai orang Kristen kita tidak boleh menyebarkan sesuatu yang kita sendiri tidak yakin hal benar salahnya, atau menyampaikan omong kosong yang bisa merendahkan atau menyinggung perasaan orang lain, karena semua itu bertentangan dengan etika Kristen yang berlandaskan kasih. Dalam hal ini, nasihat Rasul Paulus kepada jemaat di Filipi dapat kita gunakan sebagai pemandu.

“Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.” Filipi 4: 8

Pagi ini, sebagai orang Kristen kita diingatkan bahwa panggilan kita adalah memberitakan kabar baik tentang penebusan dosa dan keselamatan, bukan kabar palsu atau kabar buruk yang bisa mengacaukan pikiran pembaca. Karena itu, kita harus dengan bijaksana memastikan kebenaran dan faedah dari apa yang kita terima, sebelum meneruskannya kepada orang lain.

“Sebab itu marilah kita mengejar apa yang mendatangkan damai sejahtera dan yang berguna untuk saling membangun.” Roma 14: 19

Satu pemikiran pada “Harus makin cerdik

  1. Iya, sy stuju bhwa share fake news atau kbar hoax itu buang waktu dan jg bertentangan dg Firtu. Hrsnya kita jd org yg cerdik dan pandai, bkn mlah ikutan mnyebar kbar bohong. Dan itu sering sy lihat s grup2 WA dan jg linimasa sprti fb dan twitter, dan itu sngat menyebalkan.
    Trmksh Pak utk share Anda yg sllu mengingatkan pmbca spy lbih kritis dan cerdik dlm memandang sgla sesuatu.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s