Berbuat baik untuk orang lain

“Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.” Matius 5: 16

Baru-baru ini saya melihat video presentasi seorang motivator yang membahas hal berbuat baik. Presentasi itu tampak cukup menarik dan dibuat secara profesional. Isinya juga cukup bagus untuk didengar, yang antara lain menyebutkan bahwa:

  • Orang tidak selalu menghargai perbuatan baik kita.
  • Orang mungkin saja membalas kebaikan kita dengan kejahatan.
  • Walaupun begitu, perbuatan baik kita akan mendapat balasan dari Tuhan.
  • Karena itu kita harus selalu berbuat baik.

Bagi kebanyakan orang semua nasihat itu kelihatannya baik. Walaupun demikian, bagi umat Kristen, itu belumlah lengkap. Mengapa? Apa yang kurang justru adalah yang paling penting dalam iman Kristen.

“Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita.” 1 Yohanes 4: 19

Menurut iman Kristen, kita harus berbuat baik bukan karena mengharapkan agar Tuhan membalas perbuatan kita, tetapi karena Tuhan sudah lebih dulu berbuat baik kepada kita, terutama dengan mengirimkan AnakNya yang tunggal untuk menebus dosa kita.

Selain itu, seperti apa yang ada dalam ayat pembukaan diatas, kita harus berbuat baik karena itu diperintahkan Tuhan kepada semua umatNya agar orang yang melihat perbuatan kita, akan memuji Dia yang menyuruh kita. Perbuatan baik adalah bagian hidup Kristen yang berfungsi untuk mengabarkan kasih Tuhan yang sudah lebih dulu mengasihi kita. Berbuat baik adalah bagian dari tugas mengabarkan injil keselamatan, sebagaimana diperintahkan Yesus kepada semua pengikutNya dalam amanat agungNya (Matius 28: 19 – 20).

Banyak orang Kristen yang mengajarkan bahwa kita yang berbuat baik akan mendapat upah dari Tuhan. Salahkah pengajaran seperti itu? Tentu tidak! Ada ayat-ayat Alkitab yang memang menyatakan hal itu.

Dan barangsiapa memberi air sejuk secangkir sajapun kepada salah seorang yang kecil ini, karena ia murid-Ku, Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ia tidak akan kehilangan upahnya dari padanya.” Matius 10: 42

Memang Tuhan yang mahakasih dan mahaadil, tidak akan melupakan perbuatan baik yang kita lakukan untuk sesama kita. Yesus malahan mengajarkan kita untuk mengasihi semua orang, termasuk orang non-kristen, orang yang menderita, dan orang yang dikucilkan masyarakat. Sekalipun kita mungkin tidak menyukai kelakuan dan cara hidup seseorang, kita tetap harus mengasihinya. Untuk perbuatan baik kita, Tuhan akan memberi upah, kalau tidak di dunia ini, kita pasti akan menerimanya di surga. Walaupun demikian, upah dari Tuhan tidak seharusnya menjadi suatu insentif atau motivasi buat orang Kristen untuk berbuat baik.

Pagi ini kita diingatkan bahwa kita berbuat baik semata-mata karena Tuhan sudah lebih dulu berbuat baik. Kita tidak dapat membalas kasihNya, tetapi kita tetap berbuat baik sesuai dengan perintahNya yaitu dalam rangka pemberitaan kabar baik injili, dan agar nama Tuhan dipermuliakan.

“Kalau andaikata aku melakukannya menurut kehendakku sendiri, memang aku berhak menerima upah. Tetapi karena aku melakukannya bukan menurut kehendakku sendiri, pemberitaan itu adalah tugas penyelenggaraan yang ditanggungkan kepadaku.” 1 Korintus 9: 17

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s