Adakah gairah anda untuk berdoa?

“Demikianlah Petrus ditahan di dalam penjara. Tetapi jemaat dengan tekun mendoakannya kepada Allah.” Kisah Para Rasul 12: 5

Sering dikatakan, bahwa bagi setiap orang percaya, berdoa adalah bagian dari kehidupan. Benarkah? Belum tentu! Tidak semua orang yang mengaku Kristen mempunyai kebiasaan berdoa setiap hari. Bahkan, menurut survei di banyak negara, hanya sebagian kecil orang yang mengaku Kristen biasa berdoa secara rutin. Berdoa merupakan komitmen untuk berkomunikasi dengan Tuhan, tetapi hanya sebagian orang Kristen yang sanggup mempunyai komitmen ini. Mengapa begitu?

Ada banyak alasan mengapa orang Kristen tidak atau kurang berdoa. Tetapi dalam hal ini mungkin ada 3 penyebab yang utama. Yang pertama adalah soal waktu. Orang seringkali merasa sibuk dengan berbagai aktivitas, dan berdoa tidak dianggap sepenting yang lain. Yang kedua, banyak orang merasa hidup ini tetap berjalan seperti biasa, dengan atau tanpa berdoa. Yang ketiga adalah adanya dosa-dosa tertentu yang menghalangi orang untuk menjumpai Tuhan dalam doa.

Apapun penyebab orang untuk tidak atau kurang berdoa, satu hal yang pasti ada dalam hidup manusia yang kurang berdoa: hati yang dingin. Mereka yang tidak mementingkan doa, sudah kehilangan kehangatan hubungan dengan Tuhan, rasa butuh dan keinginan (gairah = passion) untuk berdoa sudah hilang. Rasa kasih kepada Tuhan dan sesama sudah berkurang atau hilang karena kebanyakan manusia di dunia ini hidupnya semakin jauh dari Tuhan.

“Dan karena makin bertambahnya kedurhakaan, maka kasih kebanyakan orang akan menjadi dingin.” Matius 24: 12

Sebagai orang Kristen kita seharusnya menyadari bahwa keadaan disekeliling kita saat ini tidaklah bisa membuat hati kita untuk mempunyai gairah yang lebih besar untuk berdoa. Di zaman modern ini, dorongan untuk berbuat sesuatu (action) mungkin justru lebih besar bagi kita, untuk menentukan “nasib” kita sendiri.

Pagi ini kita mempelajari keadaan murid-murid setelah Yesus meninggalkan dunia ini, yang bisa memberi gambaran bagaimana peranan doa dalam hidup mereka. Ayat diatas mencatat bahwa pada waktu Petrus berada dalam tahanan, jemaat dengan tekun mendoakannya kepada Allah. Mereka mempunyai gairah untuk menjumpai Tuhan dan berdoa untuk orang lain.

Apakah hasil ketekunan mereka dalam berdoa? Ayat 6 dan 7 mencatat bahwa pada malam sebelum Herodes menghadapkan Petrus kepada orang banyak untuk diadili, Petrus tidur di antara dua orang prajurit, terbelenggu dengan dua rantai. Selain itu prajurit-prajurit pengawal sedang berkawal di muka pintu. Tiba-tiba berdirilah seorang malaikat Tuhan dekat Petrus dan cahaya bersinar dalam ruang itu. Malaikat itu kemudian membuat rantai itu gugur dari tangan Petrus. Petrus kemudian bebas dan bisa kembali menjumpai mereka yang berdoa untuknya. Dan tentu saja mereka yang sudah mendoakan Petrus merasakan betapa besar kasih Tuhan kepada mereka.

Mengapa kita harus berdoa dengan tekun? Satu hal yang bisa kita simpulkan dari pengalaman murid-murid Yesus diatas adalah kenyataan bahwa dengan adanya gairah untuk berdoa, kita akan mempunyai semangat yang lebih besar untuk menghadapi tantangan kehidupan. Lebih dari itu, kita bisa menyatakan kasih kita kepada orang lain; sekalipun kita tidak bisa menolong orang lain, kita bisa meminta Tuhan kita untuk menolong mereka sesuai dengan kebijaksanaanNya. Dan dengan doa, kita juga dipersiapkan untuk bisa menerima apapun yang terjadi, karena kita yakin akan kasih Tuhan. Adakah gairah anda pagi ini untuk berdoa?

Satu pemikiran pada “Adakah gairah anda untuk berdoa?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s