Apakah kita cukup baik untuk Tuhan?

Yesus mendengarnya dan berkata kepada mereka: “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit; Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa.” Markus 2: 17

Apakah anda orang baik? Kalau saja pilihannya hanya dua, orang baik atau orang jahat, di hadapan orang lain mungkin bisa dipastikan bahwa jawaban anda adalah “orang baik”. Memang dalam pengertian umum, orang jahat adalah perampok, pembunuh, koruptor dan sejenisnya. Sudah tentu kita bukanlah seperti mereka yang suka melanggar hukum, the outlaws.

Tetapi, apa beda orang baik dan orang jahat di hadapan Tuhan? Dalam Lukas 18: 11 – 14, dikisahkan adanya dua orang yang pergi ke Bait Allah untuk berdoa; yang seorang adalah Farisi dan yang lain pemungut cukai. Orang Farisi itu berdiri tegap dan berdoa mengucap syukur karena ia bukan perampok, bukan orang lalim, bukan pezinah. Sebaliknya, pemungut cukai itu tidak berani menengadah ke langit, tetapi memohon agar Allah mengasihani dia karena dosanya. Yesus yang menyampaikan kisah itu kemudian berkata bahwa orang pemungut cukai itu justru adalah orang yang dibenarkan Allah.

Orang Farisi itu merasa yakin bahwa ia orang baik. Begitu pula banyak orang di zaman ini yang merasa sudah banyak berbuat baik. Tetapi, dihadapan Tuhan semua orang adalah orang yang tidak benar, alias orang jahat.

“Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah” Roma 3: 23

Mereka yang seperti pemungut cukai itu mengaku sebagai orang-orang yang berdosa, sadar bahwa mereka adalah orang-orang yang sakit, yang memerlukan tabib untuk memperoleh pengobatan. Mereka akan dibenarkan karena Yesus sudah datang untuk menebus dosa mereka.

“Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.” 1 Yohanes 1: 9

Darah Yesus sudah menjamin bahwa dosa yang segelap apapun bisa diampuni. Karena itu, mereka yang mengakui dosa-dosanya dan berpaling kepada Yesus akan diterima Tuhan sebagai anak-anakNya, sekalipun jauh dari sempurna.

“Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba.” Yesaya 1: 18

Walaupun demikian, ada orang-orang yang sering merasa bahwa hidup mereka belum cukup baik untuk bisa menerima keselamatan dari Tuhan. Apalagi jika pengalaman masa lalu muncul lagi dalam pikiran. Dengan segala penyesalan dan rasa malu, setiap hari mereka merasa tidak layak berdiri di hadapan Tuhan. Hidup mereka terasa sengsara, sebab Tuhan terasa jauh dan tidak peduli. Mereka tidak sadar bahwa di dunia ini tidak ada orang yang cukup baik untuk Tuhan, kecuali jika mereka sudah menerima Yesus sebagai Juruselamat dan mempersilahkan Roh Kudus untuk tinggal dalam hidup baru mereka, dan memperbaiki hidup mereka hari demi hari.

“Dan jika Roh Dia, yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati, diam di dalam kamu, maka Ia, yang telah membangkitkan Kristus Yesus dari antara orang mati, akan menghidupkan juga tubuhmu yang fana itu oleh Roh-Nya, yang diam di dalam kamu.” Roma 8: 11

Pagi ini, jika kita masih mempertanyakan apakah Tuhan menuntut kita untuk mencapai tingkat kebaikan tertentu untuk bisa diselamatkan, mungkin kita lupa bahwa tidak ada seorangpun yang bisa memenuhi standar Tuhan yang mahasuci. Hanya karena darah Kristus, kita orang yang jahat ini bisa diterima sebagai orang yang baik dihadapan Tuhan. Pujilah Tuhan selalu karena kasihNya!

2 pemikiran pada “Apakah kita cukup baik untuk Tuhan?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s