Perjuangan menempuh hidup baru

“Karena kuasa ilahi-Nya telah menganugerahkan kepada kita segala sesuatu yang berguna untuk hidup yang saleh oleh pengenalan kita akan Dia, yang telah memanggil kita oleh kuasa-Nya yang mulia dan ajaib.” 2 Petrus 1: 3

Jika kita percaya bahwa mereka yang sudah menerima hidup baru dan bertobat dalam Kristus akan mempunyai hidup yang lain dari hidup orang kebanyakan, dalam kenyataannya ada orang yang sudah bertahun-tahun menjadi Kristen, tetapi hidupnya tidak jauh berbeda dengan orang yang belum Kristen. Mengapa bisa begitu? Banyak yang berpendapat bahwa orang yang sedemikian adalah orang yang belum betul-betul bertobat. Tetapi, walaupun itu mungkin ada benarnya, ada banyak orang Kristen yang ingin berubah cara hidupnya, tetapi selalu menemui kesulitan.

Bagi orang Kristen yang sadar bahwa hidup mereka masih jauh dari apa yang seharusnya, kekecewaan dan rasa sedih bisa muncul karena bukannya apa yang baik yang mereka lakukan, tetapi justru apa yang jahat.

“Sebab di dalam batinku aku suka akan hukum Allah, tetapi di dalam anggota-anggota tubuhku aku melihat hukum lain yang berjuang melawan hukum akal budiku dan membuat aku menjadi tawanan hukum dosa yang ada di dalam anggota-anggota tubuhku. Aku, manusia celaka! Siapakah yang akan melepaskan aku dari tubuh maut ini?” Roma 7: 22 – 24

Memang kesedihan karena merasa bahwa kita sudah mengecewakan Tuhan itu bisa muncul, terutama jika ada pikiran bahwa kita adalah orang-orang yang gagal, yang sudah mengecewakan orang-orang yang mencintai kita, seperti orang tua, suami, istri, anak atau saudara kita. Selain itu, kita mungkin juga merasa gagal dalam membina hubungan baik dengan teman dan sejawat. Ah, aku manusia celaka!

Dalam keadaan seperti ini, banyak orang yang merasa lemah jasmani dan rohaninya, dan tidak mempunyai semangat untuk menghadapi hari depan. Hari demi hari lewat dan kesedihan mungkin muncul karena tidak adanya perubahan hidup. Dari dulu sampai sekarang, Tuhan sering terasa jauh. Rasa kuatir juga bisa timbul karena Tuhan seolah berdiam diri dan tidak mau menolong. Siapakah yang akan melepaskan aku dari tubuh maut ini?

Apakah Tuhan peduli akan hidup anak-anakNya? Tentu! Ayat pembukaan diatas berkata bahwa karena kuasa Tuhan kita telah mendapat segala sesuatu yang bisa kita pakai untuk hidup yang saleh karena kita mengenal Dia, Tuhan, yang telah memanggil kita. Hidup yang saleh disini adalah gambaran hidup suci di surga yang dimungkinkan oleh Tuhan.

Kepastian bahwa hidup kita menuju ke surga tidaklah berarti bahwa hidup kita di dunia menjadi mudah dijalani. Sebaliknya, emakin kita ingin untuk menempuh hidup  yang sesuai dengan firmanNya, semakin besar juga tantangan yang kita hadapi. Tetapi,, Tuhan yang memberi kita hidup baru adalah Tuhan yang membimbing agar kita bisa mempunyai hidup yang baik selama di dunia. Dengan demikian, hidup yang sekarang ini harus tetap diisi dengan sukacita dan semangat untuk bisa tetap mau bertumbuh dalam segala apa yang baik.

Bagaimana kita bisa menjalani hidup ini dengan penuh optimisme? Apa yang harus kita lakukan hanyalah untuk menyadari dan menggunakan apa yang sudah Tuhan berikan. Kita tidak dapat bertumbuh dengan mengandalkan kekuatan kita sendiri. Segala berkat dan kasih penyertaan Tuhan setiap hari dan lebih-lebih lagi Roh Kudus, sudah diberikan kepada kita agar hidup kita makin lama makin terpusat kepada hidup yang akan datang di surga.

Pagi ini jika kita merasa lemah dan kecewa atas hidup kita, marilah kita mengingat bahwa apa yang baik dari Tuhan sudah diberikan kepada kita untuk bisa menghadapi perjuangan hidup di dunia ini karena kemenangan kita di surga sudah terjamin melalui darah Yesus di kayu salib. Karena kita mengenal Juruselamat kita, pengetahuan kita akan kasih dan kemurahan Tuhan adalah lengkap, dan dengan itu kita boleh yakin bahwa hari lepas hari Ia membimbing kita dalam menghadapi berbagai kesulitan untuk menjalani hidup sebagai orang yang sudah diselamatkan. Tuhan jugalah yang membimbing hidup kita sehingga kita bisa makin dewasa dalam iman sampai saatnya kita berjumpa dengan Tuhan muka dengan muka.

“Dan Allah sanggup melimpahkan segala kasih karunia kepada kamu, supaya kamu senantiasa berkecukupan di dalam segala sesuatu dan malah berkelebihan di dalam pelbagai kebajikan.” 2 Korintus 9: 8

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s