Iman bukannya tanpa halangan

“Dahulu kamu berlomba dengan baik. Siapakah yang menghalang-halangi kamu, sehingga kamu tidak menuruti kebenaran lagi?” Galatia 5: 7

Hasil kejuaraan lari 3000m pada kejuaraan World Indoor Championships 2018 di Birmingham adalah 1. Genzebe Dibaba (Etiopia) 2. Sifan Hassan (Belanda) 3. Laura Muir (Inggris). Sesudah race itu selesai, salah satu pertanyaan adalah apakah Laura Muir tidak seharusnya diberi medali perak. Mengapa? Pada putaran terakhir, Sifan memotong jalan Laura dan menghalanginya untuk bisa melaju kedepan dengan bebas. Sifan meneruskan usahanya untuk menghalangi Laura bahkan makin melebar ke kanan sampai di garis finis. Anehnya, atas pertanyaan wartawan, Laura tidak menyadari adanya insiden itu karena pikirannya pada waktu itu hanyalah untuk mencapai garish finis. Juga karena lelah, Laura tidak sepenuhnya awas atas keadaan disekelilingnya.

Rasul Paulus bukanlah seorang olahragawan atau seorang prajurit, tetapi ia sering memakai ilustrasi tentang lari dan tinju. Dalam ayat diatas, ia menggambarkan bahwa semua pengikut Kristus adalah seperti pelari atau prajurit yang berlari kearah suatu tujuan, yaitu surga. Perjalanan yang ditempuh adalah cukup panjang, dan aral rintangan selalu muncul di tempat dan waktu yang sulit diduga. Karena itu semua orang Kristen haruslah bisa memusatkan hidup kita kepada kehidupan surgawi yang akan datang. Berlari dalam race menuju garis finis.

“Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.” Filipi 3: 13 – 14

Hal berlari karena panggilan surgawi itu tidaklah mudah dilakukan. Selama hidup di dunia, anak-anak Tuhan selalu menghadapi rintangan dan godaan dari berbagai jurusan. Dalam Galatia 5: 7 diatas Paulus bertanya kepada jemaat di Galatia, mengapa mereka sudah berubah dalam pengertian iman mereka. Dulu mereka hidup dalam kebenaran, tetapi setelah selang berapa lama mereka berubah. Paulus menanyakan siapakah yang sudah mempengaruhi mereka. Paulus lebih lanjut berkata bahwa mereka yang menyesatkan jemaat itu akan menerima hukuman Tuhan (Galatia 5: 10).

Bahwa orang Kristen bisa terhalang pertumbuhan imannya adalah suatu kenyataan. Di zaman ini bukan saja pertanyaan “siapa” yang menghalangi hidup Kristen kita, tetapi juga “apa”. Ada banyak orang yang bisa menggoda kita, begitu juga ada banyak benda dan keadaan yang bisa membuat kita berubah. Pada tulisan rasul Paulus diatas, ia secara spesifik menyebut adanya orang-orang yang mengajarkan hal-hal yang salah kepada jemaat Galatia.

Pada saat-saat tertentu, orang Kristen bisa jatuh karena adanya kekerasan dan kejahatan yang dilakukan orang lain. Sejarah membuktikan bahwa dari dulu sampai sekarang, ada orang-orang yang berusaha memaksa orang Kristen untuk menyangkali Tuhan. Kejadian dimana banyak orang Kristen disiksa dan dibunuh karena iman mereka, masih terjadi sampai sekarang.

Apa yang kurang mendapat perhatian adalah orang Kristen bisa juga jatuh karena “perbuatan baik” orang lain. Faktor nama, pesona, cinta, citra, budaya dan kharisma yang dipunyai orang lain bisa, secara tidak terasa, membuat orang Kristen melakukan hal yang keliru. Baik itu pengaruh yang berasal dari orang-orang ternama, orang-orang yang kita hornati, sanak keluarga, ataupun kekasih kita; semuanya bisa menjadi penghalang kita untuk menyelesaikan perjalanan hidup kita dengan baik. Apa yang tidak sesuai dengan firman Tuhan bukanlah kebenaran, sekalipun diberikan kepada kita dengan maksud baik.

Kita mungkin tidak menyadari adanya godaan dan halangan iman karena pikiran kita seringkali terpusat pada usaha untuk mencapai apa yang kita idamkan. Juga karena kelelahan dan kesibukan hidup kita seringkali tidak sepenuhnya awas atas keadaan disekeliling kita.

Pagi ini, firman Tuhan mengingatkan kita untuk mau berpegang pada firman Tuhan selama kita hidup di dunia. Sekalipun itu berarti hidup dalam perjuangan, kita bisa yakin bahwa semua penderitaan kita tidak akan sia-sia. Sebaliknya, kekeliruan apapun bisa mengakibatkan kebingungan dan kegoyahan iman yang membawa kehancuran hidup.

“…sambil berpegang pada firman kehidupan, agar aku dapat bermegah pada hari Kristus, bahwa aku tidak percuma berlomba dan tidak percuma bersusah-susah.” Filipi 2: 16

Satu pemikiran pada “Iman bukannya tanpa halangan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s