Pintar-pintarlah pilih teman

“Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik.” 1 Korintus 15: 33

Tidak dapat dipungkiri, sejak adanya berbagai sosial media banyak orang menjadi sangat bersemangat untuk berkomunikasi dengan “teman”. Dengan berbagai aplikasi orang bisa berkomunikasi langsung melalui pesan tertulis ataupun pesan lisan kapan saja. Orang biasanya merasa senang bercanda, saling menggoda dan juga mengirimkan gambar-gambar lucu yang kadang-kadang agak “miring”.

Kemajuan teknologi memang bisa membuat dua orang yang terpisah jarak ribuan kilometer, sepertinya ada dalam satu ruangan saja. Istilah teman sekarang ini bukan saja mencakup orang yang pernah kita temui, tetapi juga teman-teman maya yang sebenarnya tidak pernah kita kenal. Bahkan, dalam dunia maya, orang bisa jatuh cinta dan bermesraan bak sepasang merpati yang mabuk kepayang. Pada pihak yang lain, melalui sosial media orang juga bisa menabur benih kebencian. Kenyataan menunjuk kepada adanya orang-orang bersedia menghancurkan hidup orang lain karena pikiran mereka sudah diracuni oleh orang yang dianggap teman seperjuangan di dunia maya.

Pergaulan nyata maupun maya di zaman now memang bisa menerobos “tembok pemisah” yang dulunya ada diantara masyarakat, golongan dan bangsa. Seringkali pergaulan yang bersifat terbuka diantara orang-orang yang berbeda agama, budaya dan sosial ekonominya membuka mata kita bahwa diluar lingkungan kita ternyata ada hal-hal yang sepertinya indah dan baik. Perbedaan antar manusia menjadi baur dan demikian pula perbedaan iman kepercayaan. Orang pun mulai percaya bahwa di dunia ini tidak ada yang mutlak, karena semua yang ada hanyalah bersifat relatif dan bisa berubah.

Rasul Paulus dalam ayat diatas seakan sudah bisa membayangkan apa yang kita alami sekarang. Itu karena pada zamannya, orang Kristen yang tinggal di Korintus juga menghadapi berbagai kepercayaan, kebiasaan dan budaya yang seringkali tidak sesuai dengan iman Kristen. Dengan itu, tidaklah mengherankan jika ada orang Kristen di Korintus yang terpikat oleh apa yang nampaknya baik. Mereka kemudian jatuh dalam dosa, dan kepada mereka Paulus mengingatkan:

“Sadarlah kembali sebaik-baiknya dan jangan berbuat dosa lagi! Ada di antara kamu yang tidak mengenal Allah. Hal ini kukatakan, supaya kamu merasa malu.” 1 Korintus 15: 34

Pagi ini mungkin kita bersiap untuk ke gereja. Di gereja, kita bersekutu dengan saudara-saudara seiman, memuji Tuhan dan mendengarkan firmanNya. Kita merasa tenteram dan bahagia, dan Tuhan terasa dekat. Tetapi, seusai kebaktian kita akan kembali menghadapi dunia dengan segala tipu muslihatnya.

Mungkin kita berharap bahwa ketenteraman dan kebahagiaan juga bisa ditemui diantara teman-teman kita. Tetapi, firman Tuhan mengingatkan kita bahwa di dunia ini ada banyak orang yang tidak mengenal Tuhan. Mungkin kita sudah terbiasa bergaul dengan mereka dan merasa bahwa mereka bukanlah orang yang jahat. Tetapi firman Tuhan mengatakan bahwa kita tetap harus berhati-hati, agar kita tidak mengikuti cara hidup dan kebiasaan mereka yang tidak mengenal Kristus. Orang percaya adalah garam yang mempengaruhi dunia, dan karena itu garam tidak boleh menjadi tawar karena pengaruh dunia. Garam yang tidak lagi asin, bukanlah garam!

“Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang.” Matius 5: 13

Satu pemikiran pada “Pintar-pintarlah pilih teman

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s