Bagaimana bayangan anda tentang Tuhan?

“Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran.” Yohanes 4: 24

Apakah bayangan anda tentang Tuhan ketika sedang berdoa? Apakah anda membayangkan Dia seperti seorang raja dengan segala kemegahannya? Apakah anda membayangkan Dia dalam rupa Yesus seperti yang ada dalam berbagai buku Kristen? Bagaimana anda tahu dengan pasti bahwa Yesus mempunyai wajah seperti apa yang dipertunjukkan dalam film “The Passion of the Christ“?

Memang banyak orang yang merasa bahwa mereka akan lebih khusyuk berdoa jika mereka bisa membayangkan rupa Yesus, seolah Ia ada didekat mereka. Tetapi karena Alkitab tidak menjelaskan bagaimana rupa Yesus, apa yang digambarkan dalam buku dan film hanyalah khayalan manusia. Bagaimana pula dengan Allah? Allah adalah Roh, jadi kita juga tidak bisa membayangkan bagaimana penampilanNya.

Mengapa orang membutuhkan suatu gambaran tentang Tuhan? Ada beberapa sebabnya. Yang pertama ialah karena keterbatasan manusia, mereka hanya bisa melihat dan merasakan apa yang bersifat jasmani. Dari dulu, orang ingin mempunyai Tuhan yang bisa dilihat atau disentuh. Umat Israel pernah menuntut Harun untuk membuat patung anak lembu untuk disembah. Tentu saja Tuhan menjadi marah karena Ia dengan kebesaranNya telah digantikan dengan benda mati dalam wujud anak lembu (Keluaran 32: 1 – 4).

Kedua, sebagai manusia mereka merasa bahwa jika Tuhan bisa diwujudkan dalam bentuk badani, mereka akan lebih mudah untuk menyembahNya. Mereka akan dapat membawa Tuhan kemana saja. Tuhan selalu bisa terlihat dan dijumpai. Dengan demikian, ada orang yang menaruh gambar atau patung di rumah, di kantor, di mobil, di kalung dan dimanapun. Dan jika mereka tidak ingin selalu memikirkan Tuhan, dengan mudah mereka meninggalkan obyek penyembahan mereka di satu tempat. Mereka seolah mempunyai kontrol atas keberadaan Tuhan.

Bagi umat Kristen, Tuhan adalah Roh dan karena itu mereka tidak dapat menggambarkanNya. Mereka tidak perlu bisa membayangkan rupa Tuhan karena yang lebih penting adalah sifat-sifat dasar Tuhan seperti yang ditulis dalam Alkitab: mahakuasa, mahahadir, mahatahu (omnipotence, omnipresence dan omniscience). Dengan turunnya Yesus ke dunia untuk menebus dosa manusia, Tuhan juga terbukti mahakasih (omnibenevolence).

Manusia sebagai ciptaan Tuhan hanya dapat mengenal Tuhan melalui sifat-sifatNya, dan Tuhan hanya mengingini kita untuk mengingat apa yang sudah diperbuatNya dalam hidup kita. Tuhan tidak menghendaki manusia mempunyai bayangan yang keliru tentang kebesaranNya.

Ia memperkenalkan diriNya kepada umat Israel sebagai Tuhan yang sudah menyelamatkan mereka dari perbudakan Firaun.

“Akulah TUHAN, Allahmu, yang membawa engkau keluar dari tanah Mesir, dari tempat perbudakan.” Keluaran 20: 2 – 4

Ia jugalah yang sudah menyatakan kasihNya kepada kita melalui Yesus Kristus.

“Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” Yohanes 3: 16

Pagi ini, jika anda berdoa kepada Tuhan, kepada Tuhan yang mana pikiran dan hati anda akan dipusatkan? Kepada Tuhan yang terlihat dalam bayangan anda? Ataukah kepada sesuatu yang tergambar dalam bentuk jasmani di depan anda? Semua itu tidaklah bisa menggantikan Tuhan yang Roh. Sekalipun kita mengagumi alam semesta ciptaan Tuhan, alam semesta bukanlah Tuhan. Tuhan adalah Roh dan kita harus menyembahnya dalam roh.

Tidak ada sesuatu yang bisa menggambarkan kebesaran Tuhan, kecuali Yesus yang adalah Tuhan kita. Yesus yang sudah menggenapi janji Allah, adalah kebenaran Allah yang memungkinkan kita untuk mendekati Dia yang maha kuasa dan maha suci. Berbeda dengan murid Yesus yang bernama Tomas, sekalipun kita tidak pernah berjumpa dengan Yesus, kita berbahagia karena kita beriman kepadaNya. Walaupun kita tidak dapat membayangkan rupa Yesus, kita tahu bahwa Ia adalah Tuhan yang sudah turun ke dunia untuk menyelamatkan kita.

Kata Yesus kepadanya: “Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.” Yohanes 20: 29

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s