Mengambil keputusan

“Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu.” Amsal 3: 5 – 6

Hari ini adalah hari Jumat di Indonesia dan Australia, dan besok adalah hari libur. Apa yang anda rencanakan untuk akhir pekan? Keluar kota? Ikut lomba lari sehat? Ataukah sekedar rileks di rumah? Mungkin anda sudah mempunyai rencana untuk melakukan sesuatu sejak lama. Mungkin juga anda belum mempunyai rencana, tetapi akan memikirkannya nanti malam.

Mengambil keputusan atau decision making adalah salah satu kemampuan manusia yang membedakannya dari makhluk lain. Jika ada hewan yang terlihat cerdas dan bisa mengambil keputusan, sebagian saintis berpendapat bahwa naluri dan kebiasaanlah yang membuat mereka melakukan hal itu. Walaupun pendapat ini masih sering diperdebatkan di dunia sains, yang bisa dipastikan adalah bahwa manusia adalah satu-satunya makhluk yang menyadari konsep waktu dan karena itu bisa membuat keputusan dan rencana untuk jangka pendek dan jangka panjang.

Jika manusia adalah makhluk yang istimewa karena bisa dan mau mengambil keputusan, ayat diatas menunjukkan bahwa mereka yang mengenal Tuhan adalah manusia yang istimewa. Mereka yang mengenal Tuhan mengerti bahwa dalam mengambil keputusan, Tuhanlah yang pada akhirnya menentukan hasilnya. Ini bukan berarti bahwa mereka tidak perlu bersusah-payah untuk mengambil keputusan, tetapi lebih dari itu, mereka harus meminta bimbingan Tuhan agar mereka bisa mengambil keputusan yang terbaik, sesuai dengan kehendakNya.

Sebagai orang Kristen kita percaya bahwa Tuhan adalah Mahakuasa, Mahatahu, Mahahadir dan juga Mahakasih. Dengan kemahakuasaanNya, Tuhan mampu melakukan apa saja yang dikehendakiNya, pada waktu yang dipilihNya. Sebagai Tuhan yang mahatahu, Ia tahu apa yang kita butuhkan sebelum kita mengucapkannya, dan juga tahu apa yang sudah dan yang akan terjadi. Ia jugalah Tuhan yang ada dimana-mana, dan karena sifatNya yang mahakasih, Tuhan yang sudah menebus dosa kita adalah Tuhan yang menyertai kita dalam setiap langkah kehidupan kita.

Sepandai-pandainya manusia apapun di dunia ini, tidak ada yang seperti manusia yang mengenal adanya Tuhan. Sebaliknya, sepandai-pandainya manusia manapun di dunia ini, ia pada hakikatnya tidak berbeda dengan hewan jika ia tidak mengerti adanya Tuhan yang mengatur jalannya seisi bumi dan jagad raya.

Pagi ini, jika anda harus mengambil keputusan untuk hal yang penting, dan ada rasa takut dan bimbang dalam hati anda, percayalah bahwa Tuhan anda adalah Tuhan yang mahakuasa, mahatahu, mahahadir dan mahakasih. Ini adalah iman kita, bahwa karena Yesus Kristus kita bisa memanggil Tuhan sebagai Bapa. Dan sebagai Bapa, Tuhan tidak pernah meninggalkan kita seorang diri dalam menghadapi masa depan. Biarlah Roh Kudus membimbing kita dalam kita melangkahkan kaki kita selama hidup di dunia.

“Dan Ia, Tuhan damai sejahtera, kiranya mengaruniakan damai sejahtera-Nya terus-menerus, dalam segala hal, kepada kamu. Tuhan menyertai kamu sekalian.” 2 Tesalonika 3: 17

Satu pemikiran pada “Mengambil keputusan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s