Badai membuktikan adanya bimbingan Tuhan

“Sebaliknya, dalam segala hal kami menunjukkan, bahwa kami adalah pelayan Allah, yaitu: dalam menahan dengan penuh kesabaran dalam penderitaan, kesesakan dan kesukaran.” 2 Korintus 6: 4

Ada dua hal yang tidak dapat dihindari manusia yaitu kematian dan pajak. Nothing is certain but death and taxes. Begitulah pernyataan yang diucapkan oleh beberapa tokoh dunia, dan barangkali untuk pertama kalinya oleh Daniel Defoe, dalam bukunya yang berjudul The Political History of the Devil, pada tahun 1726. Ungkapan ini agaknya terasa sarkastik, tetapi ada benarnya. Setiap orang agaknya harus bekerja untuk hidup dan membayar pajak selama hidup, baik secara langsung atau tidak langsung, dan akhirnya menemui kematian. Ungkapan ini seolah berkata bahwa dalam kehidupan manusia yang penuh ketidakpastian, yang pasti justru adanya hal yang tidak enak.

Mengapa manusia harus menghadapi segala macam penderitaan dan masalah dalam hidup ini? Sudah jelas bahwa karena kejatuhan kedalam dosa, manusia harus bekerja keras mencari nafkah seumur hidup dan akhirnya kembali menjadi debu.

“….dengan berpeluh engkau akan mencari makananmu, sampai engkau kembali lagi menjadi tanah, karena dari situlah engkau diambil; sebab engkau debu dan engkau akan kembali menjadi debu.” Kejadian 3: 19

Walaupun demikian, kejadian yang menyedihkan yang tiba-tba muncul seperti sakit berat, kecelakaan, kebangkrutan dan kematian dalam usia muda, seringkali membuat orang kaget dan bertanya-tanya mengapa semua itu harus terjadi. Apalagi, jika hal-hal itu terjadi pada umat Tuhan. Bukankah Tuhan menyayangi umatNya? Bagi mereka yang tidak mengenal Tuhan, keadaan sedemikian memang bisa menimbulkan tanda tanya besar, apalagi karena banyaknya orang Kristen yang mengajarkan bahwa dalam Tuhan selalu ada kebahagiaan, kecukupan dan bahkan kelimpahan.

Paulus dalam suratnya kepada jemaat Korintus mengatakan bahwa dalam hidup, rasul-rasul sering menderita dan berdukacita, namun mereka senantiasa bersukacita; sebagai orang miskin mereka justru mampu memperkaya banyak orang dalam iman dan pengetahuan yang benar; dan sekalipun mereka memiliki segala sesuatu dalam Tuhan, penampilan mereka terlihat sebagai orang yang rendah hati (2 Korintus 6: 10).

Paulus menulis bahwa keadaan rasul-rasul justru menunjukkan bahwa mereka adalah pelayan Allah karena mereka sanggup menahan dengan penuh kesabaran segala penderitaan, kesesakan dan kesukaran. Keadaan rasul-rasul itu dengan demikian tidaklah membuat orang lain menjadi enggan untuk menjadi pengikut Tuhan. Justru sebaliknya.

Pagi ini firman Tuhan berkata bahwa jika keadaan yang kurang baik terjadi pada kita atau saudara seiman kita, kita tidak boleh merasa bahwa Tuhan itu sudah mengabaikan kita. Kita tidak bisa mengharapkan bahwa hidup kita selalu lancar, berkelimpahan dan nyaman, karena hal-hal itu belum tentu adalah tanda kasih Tuhan. Kasih Tuhan justru terlihat ketika kita tetap kuat dalam menghadapi segala macam badai kehidupan!

“Hanya Dialah gunung batuku dan keselamatanku, kota bentengku, aku tidak akan goyah.” Mazmur 62: 6

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s