Adakah persiapan kita?

“Setiap orang yang menaruh pengharapan itu kepada-Nya, menyucikan diri sama seperti Dia yang adalah suci.” 1 Yohanes 3: 3

Tahukah anda bahwa Prince Harry dan Meghan Markle, The Duke and Duchess of Sussex, akan melakukan tour luar negeri pertama ke Australia pada bulan Oktober tahun ini? Persiapan yang dilakukan Australia untuk menyambut kedatangan mereka di Sydney, Dubbo, Melbourne dan Fraser Island sudah dimulai. Mereka yang tinggal ditempat-tempat itu sangat bersemangat untuk memberikan acara welcome yang sebaik-baiknya karena mereka adalah anggota keluarga Ratu Inggris yang juga Ratu Australia.

Persiapan untuk kunjungan orang penting biasa dilakukan di kota besar seperti Sydney dan Melbourne, tetapi bagi kota kecil Dubbo yang berpenduduk sekitar 55 ribu orang, ini adalah sesuatu yang luar biasa. Karena itu,tentunya beberapa fasilitas yang akan dipakai atau dilihat para tamu agung ini tentunya harus dibersihkan atau diperbaiki sebelum mereka datang. Tidak adanya persiapan yang baik akan menunjukkan bahwa Dubbo tidak benar-benar menghargai kunjungan mereka yang sudah memilihnya diantara kota-kota lain yang lebih megah di Australia.

Bagi orang Kristen, kenyataan bahwa mereka sudah dipilih oleh Tuhan mungkin tidak terlalu sering diberitakan. Namun kita harus mengerti bahwa kita menjadi anak-anak Tuhan bukan karena kita yang memilih Dia, tetapi karena Dia yang sudah memilih kita. Tidak ada alasan lain bagi Tuhan untuk memilih manusia berdosa seperti kita untuk diselamatkan, kecuali karena kasihNya yang juga menjadikan kita orang-orang yang berkecukupan dalam segala hal yang baik.

“Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu.” Yohanes 15: 16

Sayang sekali, banyak orang yang merasa bahwa mereka sudah diselamatkan, merasa bahwa menerima keselamatan dari Tuhan adalah karena melakukan hal-hal yang baik. Dari dulu memang manusia cenderung untuk berusaha untuk mencapai surga dengan mengikuti berbagai ritual agama. Pada pihak yang lain, setelah memenuhi persyaratan agama, mereka cenderung untuk menjalani hidup mereka seperti biasa, dan tidak merasakan perlunya adanya kelahiran baru yang sebenarnya.

Percakapan Yesus dengan Nikodemus, orang Farisi yang taat kepada hukum Torat, menunjukkan bahwa manusia sering merasa bahwa mereka sudah memenuhi syarat untuk mencapai keselamatan melalui hukum agama, dan bukannya anugerah Tuhan. Mereka merasa bahwa hidup mereka sudah dibenarkan sekalipun mereka belum berubah dari dalam. Memang, hidup baru atau lahir baru hanya dimungkinkan melalui darah Yesus yang membawa pengampunan dosa dan Roh Kudus yang memimpin hidup umat Tuhan hari demi hari.

Yesus menjawab, kata-Nya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah.” Yohanes 3: 3

Manusia zaman now juga sering yang menunjukkan gejala sindrom Nikodemus, yaitu hidup dengan “ayem-tentrem” karena merasa bahwa mereka sudah menjadi orang percaya; dengan membaca Alkitab dan pergi ke gereja. Mereka tidak sadar bahwa mereka yang benar-benar sudah mengikut Yesus tentu akan membuat persiapan dan mengalami perubahan hidup. Dari hidup lama yang mementingkan diri sendiri, menjadi hidup baru yang penuh kasih dan menjauhkan diri dari dosa. Mereka akan berusaha untuk hidup suci, karena Yesus adalah suci.

Orang yang benar-benar percaya kepada Kristus adalah orang yang menantikan perjumpaan dengan Sang Juruselamat. Karena itu tidak mungkin baginya untuk tidak mempersiapkan dirinya dengan sebaik-baiknya. Orang Kristen yang tetap membiarkan hidupnya berjalan seperti biasa, yang tidak mau dipimpin Roh Kudus untuk disucikan, mungkin adalah orang-orang yang belum mengenal Kristus seperti halnya Nikodemus.

“Anak-anakku, janganlah membiarkan seorangpun menyesatkan kamu. Barangsiapa yang berbuat kebenaran adalah benar, sama seperti Kristus adalah benar; barangsiapa yang tetap berbuat dosa, berasal dari Iblis, sebab Iblis berbuat dosa dari mulanya. Untuk inilah Anak Allah menyatakan diri-Nya, yaitu supaya Ia membinasakan perbuatan-perbuatan Iblis itu.” 1 Yohanes 3: 7

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s