Dimanakah Engkau, Tuhan?

“Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan, sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan.” Yakobus 1: 2 – 3

Setiap orang yang beragama umumnya percaya bahwa Tuhan ada di surga. Dengan demikian, orang berharap agar pada suatu saat akan bisa ke surga untuk menemui Tuhannya. Selama di dunia, orang berjuang untuk hidup dan hanya bisa mengharapkan agar Tuhan yang di surga sudi memberkati segala usahanya. Semua ini adalah konsep kepercayaan yang sering kita temui.

Mereka yang tergolong umat Kristen mempunyai pandangan yang berbeda. Tuhan yang di surga, pernah datang ke dunia. Yesus Kristus sudah lahir sebagai manusia, disalibkan untuk menebus dosa manusia dan kemudian kembali ke surga. Tetapi Tuhan Yesus sebenarnya tidak meninggalkan umatNya. Ia memberi umatNya seorang Penolong yaitu Roh Kudus yang membimbing dan menguatkan mereka yang percaya kepadaNya.

Tuhan dengan demikian selalu ada dalam hidup kita dan menyertai kita. Benarkah demikian? Memang mudah untuk menjawab “ya”, tetapi dalam hidup ini sering kita merasa bahwa Tuhan itu jauh, terutama jika kita mengalami persoalan hidup yang berat. Kita mungkin membayangkan betapa hidup kita akan berbeda jika kita bisa melihat Yesus ada bersama kita di dunia ini. Kalau saja Yesus masih ada, semua tentu akan baik jadinya!

Dalam kenyataannya, hidup orang Kristen memang tidak selalu diisi dengan hal-hal yang indah. Ada saat-saat dimana hidup ini terasa sangat berat dan kita tidak dapat merasakan kehadiran Tuhan. Itu adalah lumrah, karena selama hidup di dunia kita tidak dapat melihat kebesaran Tuhan sepenuhnya. Walaupun begitu, jika kita mengasihi Tuhan dan percaya kepadaNya, sekalipun sekarang kita tidak melihat Dia, kita boleh bergembira karena kita telah mencapai tujuan iman kita, yaitu keselamatan jiwa kita (1 Petrus 1: 8 – 9). Ini adalah tujuan utama iman kita, yang membuat kita menjawab panggilan keselamatanNya pada saat kita menjadi orang percaya.

Pagi ini, apakah anda merasakan beratnya hidup ini? Ayat diatas mengajar kita untuk tetap bertekun dalam iman. Memang segala penderitaan dan pencobaan hidup seringkali terasa sangat berat dan benar-benar menguji iman kita; tetapi hidup tanpa perjuangan bukanlah tujuan iman kita. Ujian hidup kita itu justru akan menumbuhkan iman kita kepada Tuhan, jika kita tetap bergantung kepada bimbingan dan penghiburan Roh Kudus yang selalu ada dalam hidup kita.

“Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.” Yohanes 14: 27

3 pemikiran pada “Dimanakah Engkau, Tuhan?

  1. Betul Bapak….namun dibalik segala kesulitan- kesulitan itu kita jadikan bukti kesetiaan kita untuk tetap percaya apapun yang terjadi,.krn mengikut Dia bukan krn alasan apapun,.tp krn Dialah Tuhan yg bnar.

    Suka

  2. Amin. Bpk mohon doakan saya pak agar saya dikuatkan krn sy mengalami kecemasan yg kuat beberapa bulan ini. Sy sgt rindu bertemuTuhan Yesus mendekapnya dan menyembuhkanku. Keadaan seperti ini iman sy seakan hilang. Sy tetap berdoa pak sampai saat ini. Terimakasih pak.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s