Jangan mengidolakan Tuhan

Ketika tentara itu kembali ke perkemahan, berkatalah para tua-tua Israel: “Mengapa TUHAN membuat kita terpukul kalah oleh orang Filistin pada hari ini? Marilah kita mengambil dari Silo tabut perjanjian TUHAN, supaya Ia datang ke tengah-tengah kita dan melepaskan kita dari tangan musuh kita.” 1 Samuel 4: 3

Pernahkah anda menonton acara TV yang berjudul “the Indonesian Idol“? Acara lomba nyanyi serupa ini sangat populer di banyak negara. Saya sendiri adalah seorang penggemar the Australian Idol untuk beberapa tahun, sewaktu acara itu masih populer. Acara TV Australia ini berakhir pada tahun 2009 setelah popularitasnya menurun.

Apa yang juga menarik mengenai acara TV diatas adalah perjalanan hidup para pesertanya. Banyak diantara mereka adalah orang yang kurang berhasil dalam hidupnya sebelum popularitas yang mereka peroleh dari acara TV itu membuat mereka sangat terkenal dan bahkan membuat mereka menjadi idola kaum muda. Namun banyak juga mereka yang sudah menjadi idols, yang kemudian berantakan hidupnya. Idola manusia, adalah manusia biasa yang tidak terjamin masa depannya.

Dalam kitab Samuel 4 diceritakan bahwa bangsa Israel sedang berperang melawan bangsa Filistin. Pada perjumpaan pertama di medan perang , bangsa Israel kalah dengan korban 4 ribu prajurit. Karena itu, para pemimpin Israel menjadi bingung dan mengira bahwa Tuhan yang tidak mendukung mereka, sudah membuat mereka kalah dalam peperangan itu. Dalam pengertian mereka, Tuhan perlu dipaksa untuk berbuat sesuatu agar tentara Israel bisa menang pada kesempatan berikutnya.

Apa yang kemudian diperbuat pemimpin Israel adalah tindakan yang dipaksa keadaan. Kenekatan karena keputusasaan. Desperation. Mereka mengambil tabut perjanjian dari Silo dan mengaraknya ke medan perang dengan maksud agar Tuhan datang ke tengah-tengah mereka dan membawa kemenangan. Mereka membuat Tuhan seperti suatu idola yang bisa memenuhi kebutuhan mereka. Mereka mengira bahwa Tuhan bisa diperintah untuk membawa kemenangan dalam perang. Bagaimana reaksi Tuhan atas perbuatan bangsa Israel itu? Dalam kitab Samuel 4 kita bisa membaca bahwa Tuhan yang marah, membiarkan bangsa Israel kalah total dan kehilangan 30 ribu prajurit. Lebih parah lagi, tabut perjanjian jatuh ke tangan orang Filistin.

Apa yang dilakukan orang Israel pada waktu itu adalah kebodohan. Tetapi, kita mungkin pernah melakukan hal yang serupa dalam hidup ini. Mungkin sering kita berusaha untuk mendapatkan keberhasilan dengan segala cara, termasuk dengan usaha untuk memaksa dan menyandera Tuhan. Memang banyak umat Kristen yang merasa bahwa Tuhan ada untuk membuat hidup mereka nyaman. Karena itu ada orang yang melakukan acara doa, penyembahan dan ibadah khusus agar Tuhan memenuhi permohonan mereka. Ada pula yang menjalani cara hidup tertentu agar Tuhan mau membuat mereka berhasil dalam usaha mereka.

Kegagalan orang Israel pada waktu itu adalah karena mereka sudah jauh dari Tuhan. Sampai-sampai mereka tidak ingat bahwa Tuhan yang mahakuasa tidak boleh diturunkan derajatnya untuk menjadi idola manusia. Apa yang mereka lakukan tidak berbeda dengan menyembah tabut perjanjian, dan bukannya Tuhan. Mereka lupa bahwa sebagai manusia, mereka harus mencari kehendak Tuhan.

Pagi ini firman Tuhan mengingatkan kita agar kita tidak mengidolakan Tuhan dalam bentuk apapun. Sebaliknya kita harus memuliakan dan menyembah Dia sebagai Tuhan yang mahakuasa, Dalam perjuangan hidup, kita harus mencari kehendak Tuhan dan bukannya memaksakan kehendak kita sendiri. Jika kemenangan yang kita cari, kita harus mengenal siapa sebenarnya Tuhan itu. Tuhan tidak dapat diwakili oleh apa yang bisa kita lihat atau raba, Ia tidak hanya bisa dijumpai di tempat tertentu, Tuhan juga tidak dapat dibujuk atau dipaksa manusia untuk memberi apa yang mereka butuhkan. Tetapi Tuhan yang mahakasih, yang tahu apa yang kita butuhkan, adalah Tuhan yang mau menolong kita yang menempatkan Dia di tempat yang mahatinggi.

“Siapakah orang yang takut akan TUHAN?Kepadanya TUHAN menunjukkan jalan yang harus dipilihnya.” Mazmur 25: 13

Satu pemikiran pada “Jangan mengidolakan Tuhan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s