Tuhan tidak menjanjikan hidup tanpa gelombang

Tetapi ketika dirasanya tiupan angin, takutlah ia dan mulai tenggelam lalu berteriak: “Tuhan, tolonglah aku!” Matius 14: 30

Pernahkah anda mengalami pengalaman yang menakutkan? Kebanyakan orang tentu merasa takut jika ada hal yang terjadi, yang tidak dapat dikontrol. Mungkin seperti sebuah bis yang menuruni sebuah jalan berliku-liku, yang tidak lagi dapat dikendalikan oleh sang supir. Semua penumpang bis itu tentunya hanya bisa menjerit atau berdoa.

Ketakutan memang bisa muncul ketika ada bahaya yang mendatangi, apalagi jika kita merasa bahwa itu ada diluar kemampuan kita untuk mengatasinya. Dalam hal ini, sekalipun orang percaya akan adanya Tuhan yang mahakuasa, rasa takut sering muncul karena apa yang akan dilakukan Tuhan adalah suatu yang tidak mudah dimengertinya.

Bagaimana pula jika kita yakin bahwa Tuhan sudah menyuruh kita untuk melakukan sesuatu? Apakah kita kemudian bisa hidup dalam ketenangan karena semua yang kita alami tentunya adalah sesuai dengan kehendak Tuhan? Akankah Tuhan membuat hidup kita berjalan mulus jika kita menurut perintahNya?

Dalam kenyataannya, sekalipun hidup kita sudah berjalan sesuai dengan kehendakNya, itu tidak berarti bahwa ada saat-saat dimana kita merasakan kebimbangan. Tanggung jawab rumah-tangga, pekerjaan, dan pelayanan mungkin sudah kita jalankan sesuai dengan perintahNya; tetapi seringkali kita ragu apakah semuanya akan membawa kebaikan di masa depan seperti yang kita harapkan. Rasa takut dan kuatir pun muncul, karena kita tidak mengerti apa yang akan dilakukan Tuhan.

Pada saat itu, Petrus yang melihat Yesus berjalan diatas air ingin meyakinkan diri bahwa itu benar-benar Yesus. Petrus meminta agar Yesus menyuruh dia untuk berjalan diatas air dan menjumpaiNya. Dengan ajakan Yesus, Petrus segera melangkahkan kakinya diatas air. Keberaniannya tumbuh karena adanya ajakan Yesus. Tetapi ketika dirasakannya ada tiupan angin, takutlah Petrus karena ia mulai tenggelam. Mengapa Yesus tidak membuat tiupan angin hilang dan memerintahkan lautan untuk mendukung Petrus dengan tidak bergoyang?

Melihat Petrus yang ketakutan, Yesus segera menolongnya. Tetapi, Yesus juga menegur Petrus atas kebimbangannya. Itu karena Petrus yang sudah diajak Yesus untuk berjalan diatas air, sebenarnya harus sepenuhnya percaya bahwa ia akan bisa berjalan diatas air sekalipun adanya tiupan angin tidak pernah dibicarakan sebelumnya. Yesus tidak pernah mengatakan bahwa Petrus bisa berjalan diatas air yang tenang, tanpa gelombang atau angin. Seperti itu jugalah, jika kita percaya bahwa kita hidup menurut perintahNya, itu bukan berarti bahwa hidup kita akan selalu tenang. Apa yang Tuhan janjikan adalah penyertaanNya kepada kita sekalipun ada angin topan mendatangi dan gelombang laut yang menggoncang kaki kita.

Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya, memegang dia dan berkata: “Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?” Matius 14: 33

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s