Iman yang menyelamatkan

“Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.” Ibrani 1: 1

Iman adalah satu kunci kata dalam banyak agama, tetapi mempunyai banyak definisi.  Dengan demikian, istilah orang beriman juga mempunyai berbagai pengertian. Orang beriman bisa diartikan orang saleh yang hidupnya sesuai dengan hukum agama. Ada juga yang mengartikannya sebagai orang yang rajin berdoa dan berbuat baik. Selain itu, ada juga yang mengartikan bahwa orang beriman berarti orang yang giat berusaha untuk mengenal Tuhannya. Apapun artinya, banyak orang percaya bahwa makin besar iman seseorang, makin besar harapan bahwa orang itu akan masuk ke surga setelah hidup di dunia berakhir.

Bagi umat Kristen, hal-hal diatas bisa menjadi aspek iman, tetapi bukanlah secara keseluruhan. Iman bukanlah usaha manusia, tapi karunia Tuhan (Efesus 2: 8). Manusia tidak dapat mengenal Tuhan jika Ia tidak memberinya pengertian. Tanpa iman seorang dapat percaya bahwa Tuhan itu ada, tetapi tidak merasa perlu untuk menyembahNya. Selain itu, iman yang tidak disertai perbuatan pada hakekatnya adalah iman yang mati (Yakobus 2: 17 – 19). Iman adalah sesuatu yang sulit didefinisikan dengan beberapa kata.

Untuk sebagian orang Kristen, iman ditambah perbuatan baik akan membawa keselamatan.

iman + perbuatan = keselamatan

Tetapi untuk mereka yang tergolong kaum Protestan, iman dari Tuhanlah yang membawa keselamatan dan mendorong kita untuk berbuat baik. Dengan kata lain, iman yang menyelamatkan tidak terpengaruh oleh perbuatan baik manusia; tetapi, perbuatan baik adalah buah iman.

iman = keselamatan + perbuatan

Manusia dapat diselamatkan  hanya karena iman, tetapi apa yang terlihat sebagai iman belum tentu adalah iman. Iman bagi orang percaya terdiri dari 3 komponen utama yaitu pengetahuan, keyakinan dan penyerahan, dan karena itu ketiganya penting untuk memastikan adanya iman yang menyelamatkan.

Tanpa mengetahui apa yang harus dipercaya, iman tentunya hanya sesuatu yang kabur. Bagi setiap umat Kristen, setidaknya pengetahuan (notitia) bahwa Yesus sudah datang ke dunia untuk menebus dosa manusia haruslah dipunyai. Tetapi pengetahuan yang sedemikian tidaklah cukup jika tidak ada keyakinan (assensus) bahwa Yesus adalah Anak Allah yang mengurbankan diriNya di kayu salib agar setiap orang yang percaya akan beroleh hidup yang kekal. Selanjutnya, pengetahuan dan kepercayaan saja tidak membentuk iman yang utuh jika tidak ada penyerahan hidup (fiducia) kepada Tuhan. Dalam hidup kita, kita harus bisa berserah kepada bimbingan Tuhan, sebab iblispun tahu dan percaya bahwa Tuhan itu ada, tetapi tidak taat kepadaNya.

Kebanyakan manusia  mempunyai pengetahuan tentang Yesus seperti yang ada dalam Alkitab, tetapi belum tentu yakin bahwa semua itu benar. Selain itu, mereka yang tahu dan yakin bahwa Yesus adalah Anak Allah yang menebus dosa  manusia, belum tentu mau atau senang untuk taat kepadaNya. Karena itu, mereka yang merasa mempunyai iman belum tentu mempunyai iman yang menyelamatkan.

“Jadi dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.” Matius 7: 20 – 21

Pagi ini ayat pembukaan diatas menyatakan bahwa iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat. Tuhan memberikan iman kepada kita dan karena itu dengan iman  kita bisa berharap untuk bisa bersama dengan Tuhan setelah hidup kita di dunia berakhir; dan pada saat ini kita seharusnya sudah bisa merasakan kemuliaan Tuhan sekalipun kita tidak melihatNya.

Bagaimana kita bisa memperoleh iman yang menyelamatkan? Bagaimana kita bisa makin kuat dalam iman? Hanya satu yang bisa kita kerjakan: meminta agar Tuhan menambahkan iman kita. Dengan itu kita bisa makin bertambah dalam pengetahuan, kepercayaan dan penyerahan.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s