Hal memilh karir

“Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.” 1 Timotius 6: 10

Bagi orang seumur saya, hal memilih karir tidak lagi harus dipikirkan. Walaupun demikian, saya masih ingat bahwa sewaktu saya memasuki SMA, pemikiran tentang karir masa depan saya sudahlah ada. Secara praktis, pilihan karir bergantung kepada banyak hal, misalnya pekerjaan apa yang benar-benar disukai, universitas mana yang bisa  dimasuki, pekerjaan apa yang bisa menjamin masa depan, jabatan apa yang bisa dibanggakan, atau jurusan apa yang disetujui orang tua dan lain-lain. Tentunya, bagi sebagian orang, karir yang dipilih kalau bisa adalah yang bisa mencukupi dan bisa dinikmati. Walaupun demikian, banyak juga orang memilih karir yang membawa kekayaan sekalipun kurang bisa dinikmati.

Seiring dengan kemajuan sosial, memang ada kecenderungan bahwa kebahagiaan diukur dengan kesuksesan dan harta. Karena itu, karir-karir tertentu sekarang dikejar banyak orang, seperti karir dibidang kedokteran, banking, IT dan business. Apa yang menghasilkan banyak uang dipandang baik dan ini tidak ada salahnya jika cara dan tujuan yang dipakai adalah benar.

Memang sejak dulu orang selalu ingin memperoleh kenyamanan hidup, tetapi dengan kemajuan zaman orang lebih tertarik untuk mendapatkan kesuksesan  dengan cara yang semudah mungkin dan dalam waktu yang sesingkat mungkin. Dengan demikian, orang mungkin memakai cara-cara yang tidak benar, termasuk dalam hal mendapatkan ijazah, dalam usaha untuk memperoleh pekerjaan tertentu, dan dalam mencari jalan untuk mendapatkan hasil yang sebanyak mungkin dalam karirnya.

Bagaimana pula dengan tujuan orang untuk mendapatkan kekayaan? Tentu tiap orang mempunyai jawaban yang bervariasi, dari jawaban yang kedengarannya sangat mementingkan diri sendiri, sampai kepada jawaban yang terdengar sangat baik dan bernada sosial. Memang dengan kekayaan orang bisa memperoleh jaminan masa depan untuk dirinya sendiri atau memperoleh kesempatan untuk lebih bisa menolong orang lain. Dalam kenyataannya, orang yang mengejar kekayaan lebih cenderung untuk menaruh dirinya sendiri diatas segalanya.

Ayat diatas mengingatkan bahwa akar segala kejahatan ialah cinta uang. Karena memburu uang, ada orang-orang Kristen telah menyimpang dari iman dan melakukan berbagai hal yang salah, yang membuat hidup mereka jauh dari Tuhan. Manusia yang seharusnya mengasihi Allah dan sesama, kemudian berubah menjadi manusia yang mengasihi harta, kesuksesan dan kenyamanan. Tujuan karir yang seharusnya bisa dipakai untuk memuliakan Tuhan dan menolong sesama, dengan mudah diganti dengan usaha untuk mencari kepuasan diri sendiri.

Pagi ini, apakah anda masih memikirkan karir untuk masa depan? Ataukah anda mengharapkan karir yang baik untuk anak-anak atau kerabat anda? Alkitab tidak mengatakan bahwa uang adalah jahat tetapi jelas menunjukkan bahwa cinta akan uang (sebagai sikap hidup) akan membawa bencana. Ketamakan akan menghilangkan rasa cukup dan menjauhkan manusia dari kebahagiaan. Karena itu, orang harus sadar bahwa mencari uang sebanyak mungkin dengan cara semudah mungkin adalah gaya hidup yang tidak sesuai dengan firman Tuhan.  Karir serta penghasilan adalah berkat dari Tuhan, tetapi dalam menerima berkat itu kita harus selalu mengaris-bawahi cara dan tujuan yang bisa memuliakan Tuhan dan menyatakan kasih kita kepada sesama.

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s