Untuk apa anda ke gereja?

“Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya, supaya aku akhirnya beroleh kebangkitan dari antara orang mati.” Filipi 3: 10 – 11

Sekalipun Australia adalah negara sekuler, pada hari Minggu ini terlihat banyak orang yang hadir di gereja. Kebaktian di Australia biasanya diadakan sekali atau dua kali pada pagi hari (kebaktian umum dan kebaktian keluarga) dan sekali pada sore hari (kebaktian kaum muda). Sebagian orang mungkin sudah terbiasa untuk ke gereja bersama orang tua dan saudara sejak kecil, tetapi sebagian lagi mungkin baru ke gereja setelah dewasa.

Sebenarnya apakah tujuan kita untuk ke gereja? Tiap orang tentunya bisa mempunyai jawaban yang berlainan. Memang pada umumnya orang Kristen ke gereja untuk bisa bersekutu dengan mereka yang seiman untuk memuji Tuhan dan mendengarkan firmanNya. Tetapi ada juga mereka yang sebenarnya ke gereja untuk memohon berkat dan pertolongan Tuhan yang seolah tidak dapat diperoleh di tempat lain. Selain itu, ada juga mereka yang ke gereja untuk mengikuti upacara tertentu atau mengaku dosa. Dengan demikian, pada akhirnya setiap orang pergi ke gereja dengan tujuan yang sesuai dengan pandangan hidup masing-masing.

Adalah kenyataan bahwa banyak orang Kristen yang ke gereja untuk memohon sesuatu kepada Tuhan. Orang-orang yang mendambakan penghiburan dan motivasi hidup akan selalu mengharapkan hal itu dari gereja mereka. Begitu juga mereka yang menginginkan kesuksesan mungkin menyukai gereja tertentu. Mereka yang merasa sudah berbuat dosa pada hari-hari sebelumnya, datang ke gereja khusus untuk mengaku dosa dan memohon ampun. Apapun yang kita inginkan dalam hidup, seringkali membentuk motivasi tertentu bagi kita untuk ke gereja.

Ayat diatas berisi keinginan rasul Paulus dalam hidupnya yang dinyatakannya kepada jemaat di Filipi. Paulus menulis bahwa ia ingin makin mengenal Yesus dan kuasa kebangkitanNya dan mau bersekutu dalam penderitaanNya, supaya ia makin menjadi serupa dengan Yesus. Menjadi umat Tuhan yang baik memang tidak cukup dengan menerima keselamatan dari Yesus, tetapi seharusnya makin hari menjadi makin sempurna melalui pengenalan dan pelaksanaan firman Tuhan. Inilah proses pertumbuhan iman yang dikendaki Paulus.

Hari ini firman Tuhan mengajukan beberapa pertanyaan untuk kita. Apakah kita sudah hidup seperti Paulus, yang ingin makin menyerupai Yesus yang sudah mati dan disalibkan dan kemudian bangkit dan menang atas kematian? Apakah kita termasuk orang-orang beriman yang mau menyalibkan hidup lama yang egosentris dan penuh dosa dan kemudian menempuh hidup baru dalam Kristus? Apakah seperti Yesus kita bisa tabah dalam menghadapi segala tantangan dan selalu ingin untuk memuliakan Tuhan serta memancarkan sinar kasih kepada orang lain? Dengan memahami apa yang dikehendaki Paulus, kita akan memiliki tujuan hidup yang akan memberi motivasi yang benar bagi kita untuk ke gereja.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s