Memanfaatkan stres untuk kebaikan kita

“Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.” Filipi 4: 6

Setiap orang pernah mengalami stres yaitu ketegangan yang dialami karena adanya kesulitan, bahaya atau beban hidup. Stres adalah reaksi tubuh atas ancaman yang datang dari luar dan bisa mempengaruhi keadaan fisik maupun kejiwaan. Stres bukan monopoli manusia atau orang dewasa. Anak kecil pun sudah bisa mengalami stres terutama jika ia merasa bingung dan tidak nyaman dengan keadaan disekelilingnya. Selain manusia, binatang peliharaan seperti kucing dan anjing juga bisa mengalami stres karena tidak terbiasa dengan wajah orang-orang dan suasana yang berbeda dengan apa yang biasanya ada.

Bagi orang dewasa, stres seringkali muncul bukan saja dengan adanya kesulitan hidup, tetapi juga dengan adanya kemungkinan bahwa kesulitan hidup akan datang. Cukup dengan merasa kuatir akan apa yang belum (tentu) terjadi, orang bisa mengalami stres dan kemudian mengalami gangguan pikiran maupun kesehatan. Orang bisa merasa bingung, kehilangan semangat, sering merasa sangat lelah atau kehilangan nafsu makan karena pikiran yang tertekan. Sudah  tentu, stres yang tidak terkontrol dan berlangsung lama bisa membawa akibat yang jelek pada manusia maupun makhluk hidup lainnya.

Dalam perjuangan hidup, orang Kristen tidaklah berbeda dengan orang lain. Menjadi Kristen bukanlah jaminan bahwa hidup akan menjadi lancar karena adanya berkat materi/jasmani dari Tuhan. Sekalipun ada orang yang mengajarkan bahwa Tuhan yang mahakasih akan memberkati setiap umatNya dengan berkelimpahan, dalam kenyataannya orang Kristen tidaklah imun dari persoalan keluarga, masalah ekonomi, penyakit, bahaya dan hal-hal yang jahat selama mereka hidup di dunia. Karena itu wajarlah jika kita sebagai orang beriman juga mengalami stres dari waktu ke waktu. Tetapi, berbeda dengan orang yang tidak mengenal Tuhan, orang Kristen tahu cara yang terbaik untuk menghadapi stres. Sebagai orang percaya, orang Kristen seharusnya juga tahu bagaimana menggunakan stres untuk kebaikan mereka.

Ayat diatas adalah salah satu ayat Alkitab yang sering dikutip orang untuk dipakai sebagai pedoman untuk menghadapi stres. Apa yang dapat kita lakukan adalah membatasi pengaruh tekanan hidup pada diri kita agar kita tidak hidup dalam kekuatiran. Kekuatiran bisa muncul dalam bentuk apapun dan tentang apapun. Itu juga bisa muncul kapan saja dan dimana saja. Kekuatiran yang besar sudah tentu bisa melumpuhkan, tetapi kekuatiran yang kecil pun bisa berlipat-ganda dan menjadi besar jika dibiarkan. Karena itu, ayat diatas mengajarkan kita untuk tidak berdiam pasif dalam memikirkan segala kekuatiran kita. Sebaliknya, kita harus secara aktif mau melupakan kekuatiran kita dan menghadap Tuhan dengan membawa segala permohonan kita sambil mengucap syukur atas pemeliharaan dan berkatNya sampai saat ini.

Tuhan yang mahakasih adalah Tuhan yang tahu segala apa yang kita butuhkan dan mau memberikan apa yang terbaik untuk kita. Tetapi, Tuhan jugalah yang ingin agar kita senantiasa mau bergantung kepadaNya. Tuhan bukanlah seperti orangtua yang memanjakan anak-anak mereka dengan memberikan apa saja yang mereka inginkan. Anak-anak yang manja biasanya adalah anak-anak yang hanya bisa menuntut perhatian orang tua, tetapi tidak mempunyai hubungan batin yang baik dengan mereka. Anak-anak yang manja tidak pernah merasa bersyukur dengan apa yang sudah ada. Tuhan yang mahabijaksana adalah Bapa yang tahu bagaimana mendidik anak-anakNya supaya mereka menjadi dewasa dalam iman. Sebagai Bapa yang baik, Ia tidak berjanji untuk memberikan apa saja yang kita inginkan, tetapi Ia berjanji untuk memberikan damai sejahtera kepada anak-anakNya dalam menghadapi segala tantangan kehidupan.

“Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.” Filipi 4: 7

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s