Pengampunan bukannya murah atau mudah

“Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga. Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu.” Matius 6: 14 – 15

Hari ini adalah hari raya Idul-Fitri dan bagi yang merayakannya hari ini tentunya disambut dengan rasa sukacita. Di Indonesia, perayaan hari raya ini adalah cukup unik karena orang biasanya mengucapkan selamat Idul Fitri sambil bermaaf-maafan. Bagi mereka yang di luar negeri, tradisi bermaaf-maafan sambil mengucapkan Happy Eid-al-Fitr ini tidaklah lazim. Walaupun demikian, kebiasaan saling bermaaf-maafan tentunya  baik jika benar-benar dilakukan dengan sepenuh hati dan dilaksanakan di segala waktu.

Bermaaf-maafan dalam pandangan orang Kristen sebenarnya adalah keharusan dan bukan hanya kebiasaan. Tetapi, karena keharusan yang belum tentu menjadi kebiasaan, banyak orang Kristen yang lupa atau melupakan bahwa mereka sebenarnya perlu untuk selalu bisa mengampuni. Dari segi praktisnya, seseorang yang mengalami perbuatan buruk orang lain mungkin tidak bisa melupakan kejadian itu dan tidak bisa mengampuni pelakunya. Memang, selama orang ingat akan apa yang sudah terjadi, tidaklah mudah baginya untuk mengampuni. Sebaliknya, ada orang yang mau mengampuni orang lain, tetapi tetap tidak bisa melupakan apa yang terjadi. Tentunya dalam hal ini mungkin ada pertanyaan apakah benar orang yang bersangkutan memang sudah bisa mengampuni.

Melupakan dan mengampuni adalah dua hal yang sebenarnya tidak dapat dipisahkan. Dalam hal ini, mungkin ada orang yang bertanya-tanya apakah Tuhan yang mahatahu bisa dengan sepenuhnya mengampuni dosa-dosa umatNya. Tuhan bukanlah Tuhan jika Ia bisa lupa. Bayangkan saja jika Tuhan lupa untuk memelihara umatNya! Ia tidak pernah lupa, tetapi memilih untuk melupakan dosa-dosa mereka yang sudah bertobat dan minta ampun kepadaNya.

“Sebab Aku akan menaruh belas kasihan terhadap kesalahan mereka dan tidak lagi mengingat dosa-dosa mereka.” Ibrani 8: 12

Tuhan yang mahakasih adalah Tuhan yang dengan sengaja tidak mau mengingat dosa-dosa kita, jika kita mau menerima Yesus sebagai Juruselamat kita. Sekalipun besar dosa kita, darah Yesus mampu mencuci bersih dosa itu sehingga kita menjadi layak di hadapan Tuhan.

“….Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba.” Yesaya 1: 18

Pengampunan dosa manusia dengan demikian sebenarnya bukan hal yang mudah atau murah. Tuhan yang mahaadil seharusnya menghukum setiap manusia dengan kebinasaan karena semua sudah berdosa dan kehilangan kemuliaan Allah. Tetapi karena kasih karuniaNya, mereka yang percaya sudah dibenarkan dengan cuma-cuma dengan penebusan dalam Yesus Kristus (Roma 3: 23 – 24).

Kita yang sudah menerima pengampunan Tuhan seharusnya sadar bahwa apa yang kita terima bukanlah barang murah. Pengurbanan Yesus juga bukan sesuatu yang mudah dilakukan, tetapi sudah terjadi karena ketaatan Yesus kepada kehendak BapaNya. Bagi kita yang sudah menerima pengampunan yang sangat mahal harganya dan sulit untuk dilakukan, tetapi yang hanya karena kemurahan Tuhan bisa memperolehnya dengan cuma-cuma, tentu panggilan untuk mengampuni orang lain yang bersalah kepada kita adalah suatu kewajiban. Jika kita tidak bisa atau tidak mau mengampuni, itu tidak lain adalah suatu yang berlawanan dengan kasih Tuhan kepada kita. Hanya dengan menerima kasih dan pengampunan Tuhan dengan iman, kita akan mampu untuk mengasihi dan mengampuni orang lain. Mereka yang tidak dapat mengasihi atau mengampuni orang lain tentunya belum bisa mengerti bahwa Tuhan sudah lebih dulu mengasihi dan mengampuni mereka.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s