Kasih yang bagaimana?

“Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya.”  Yohanes 15: 13

Pagi ini media memberitakan kabar  suksesnya sebuah transplantasi hati yang di lakukan di Melbourne. Seorang anak yang berusia baru setahun tiba-tiba sakit dan mengalami gagal hati. Dokter tidak tahu penyebabnya, tetapi diduga anak kecil itu mendapat serangan virus dan hanya mempunyai beberapa hari saja untuk hidup. Dalam keadaan sedemikian, tentu saja kedua orang tua anak itu menjadi panik. Persediaan hati  dari donor yang sudah meninggal tidaklah banyak dan yang antri panjang sekali. Selain itu, hati yang ada belum tentu cocok (compatible) dengan orang yang membutuhkan.

Selang beberapa hari, sekalipun anak kecil ini mendapat prioritas utama, hati yang cocok tidaklah dapat ditemukan. Karena itu, kedua orang tuanya kemudian diperiksa, kalau-kalau mereka mempunyai kecocokan dengan anaknya. Ternyata sang ibu tidak cocok, tetapi ayah anak itu cocok untuk menjadi donor. Sang ayah kemudian menjalani operasi untuk mengambil 1/5 hatinya guna ditanamkan dalam tubuh anaknya pada hari yang sama. Operasi besar itu berjalan dengan baik dan selang beberapa minggu kemudian keduanya nampak sehat. Sungguh besar kasih orang tua kepada anak mereka!

Ayat diatas menyatakan bahwa kasih yang terbesar adalah kasih seseorang yang mau memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya. Orangtua yang memberikan sebagian hatinya untuk bisa dicangkokkan kedalam tubuh anaknya memang tidak memberikan nyawanya, tetapi sudah tentu mempertaruhkan nyawanya demi kebaikan anaknya. Operasi yang dijalani orang tua itu bukanlah operasi ringan, dan rasa sakit akibat operasi itu masih terasa untuk waktu yang cukup lama.

Kasih orangtua adalah kasih yang besar, tetapi sudah tentu tidak bisa diharapkan untuk diberikan kepada sembarang orang. Jika ada orang yang mau berkurban untuk orang yang tidak dikenal, tidak pantas untuk dikasihi, tidak layak untuk dihormati atau tidak patut untuk dikasihani, tentulah orang itu adalah orang yang istimewa. Adakah orang semacam itu?

Yesus yang sudah mati ganti kita yang berdosa adalah satu contoh yang luar biasa bagaimana Anak Allah mengurbankan diriNya di kayu salib karena kasihNya, sekalipun kita tidak pantas untuk menerimanya.

“Sebab jikalau kita, ketika masih seteru, diperdamaikan dengan Allah oleh kematian Anak-Nya, lebih-lebih kita, yang sekarang telah diperdamaikan, pasti akan diselamatkan oleh hidup-Nya!” Roma 5: 10

Pagi ini, mungkin kita merasakan adanya panggilan untuk mengasihi sesama kita. Mungkin kita siap dan rela untuk berkurban bagi orang-orang yang sudah berbaik hati kepada kita. Tetapi, tidaklah mudah bagi kita untuk melupakan adanya orang-orang yang sudah pernah menyakiti hati kita atau pernah berbuat jahat kepada kita. Bagi kita, orang-orang seperti itu mungkin tidak pantas untuk kita kasihi. Apa guna mengasihi orang yang tidak pernah membalas budi atau tidak menyadari pengurbanan kita?

Firman Tuhan berkata bahwa kasih manusia yang terbesar adalah kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya.  Tetapi, Yesus sudah menunjukkan kasih yang terbesar dari segalanya, ketika Ia memberikan nyawaNya kepada orang-orang berdosa yang sepantasnya binasa seperti diri kita. Adakah alasan buat kita untuk membatasi kasih kita hanya kepada orang-orang tertentu? Biarlah kita boleh belajar dari Yesus agar makin hari kita makin bisa mengasihi sesama kita.

“Apabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian? Dan apabila kamu hanya memberi salam kepada saudara-saudaramu saja, apakah lebihnya dari pada perbuatan orang lain? Bukankah orang yang tidak mengenal Allahpun berbuat demikian?” Matius 5: 46 – 47

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s